Pemilu 2024

Petinggi PDIP Kaget, Kader Seniornya Tetiba Membelot ke NasDem Tanpa Pemberitahuan

Djarot Saiful Hidayat, petinggi PDIP kaget ketika salah satu kader senior dari partainya tertiba membelot ke Partai NasDem bahkan sudah jadi bacaleg.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM/kolase foto
MEMBELOT – Kader senior PDIP, Eva Sundari Kusuma, tetiba membelot ke Partai NasDem tanpa memberitahukannya pada DPP PDIP. Djarot Saiful Hidayat pun menyebutkan bahwa PDIP telah menindak Eva dengan memecatnya dari Partai Banteng Moncong Putih. 

POS-KUPANG.COM – Djarot Saiful Hidayat, petinggi PDIP ( Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ) kaget ketika salah satu kader senior dari partainya, membelot ke partai lain tanpa pemberitahuan.

Politisi senior yang tinggalkan Partai Banteng Moncong Putih dan melabuhkan pilihan politiknya pada Partai NasDem besutan Surya Paloh, adalah Eva Kusuma Sundari.

Atas fakta itulah Djarot Saiful Hidayat yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi itu angkat bicara. Ia mengatakan, lantaran Eva membelot tanpa pemberitahuan, sehingga PDIP pun telah mengambil sikap tegas.

Dikatakannya, Eva Kusuma Sundari bergabung dengan NasDem tanpa mengkomunikasikan terlebih dahulu dengan DPP PDIP. Ia bahkan tidak tahu pasti apa alasan Eva, sehingga tetiba mantan Anggota DPR RI itu berpindah ke NasDem.

"Infonya begitu. Tidak ada komunikasi dengan kita," ujar Djarot yang juga Mmantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, saat dikonfirmasi awak media, Senin 15 Mei 2023.

Djarot Saiful Hidayat mengatakan, partainya sudah mengambil sikap terhadap Eva Kusuma Sundari. Sikap yang diambil PDIP, adalah memberikan sanksi tegas kepada Eva. PDIP memecat Eva dari daftar kader PDIP.

"Secara otomatis dipecat sebagai anggota partai," tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya membenarkan bahwa Eva Kusuma Sundari telah menjadi kader Partai Nasdem. Saat ini, Eva telah diajukan sebagai bakal calon anggota legislatif dari Partai NasDem.

Baca juga: Selain Krisdayanti, Inilah Daftar Artis Jadi Caleg PDIP di Pemilu 2024, Ada Denny Cagur

Bahkan DPP Partai NasDem juga sudah mendaftarkan Eva Kusuma Sundari ke Komisi Penyelenggara Pemilu atau KPU sebagai Bakal Caleg dari Partai NasDem. " Eva Sundari sudah masuk (bacaleg Nasdem)," kata Willy kepada wartawan.

Yang menarik dalam dinamika kader pindah partai politik ini, adalah pendaftaran Bacaleg Eva Kusuma Sundari melalui Partai Nasdem, sama sekali tanpa sepengetahuan pimpinan PDIP.

Djarot Saiful Hidayat juga mengatakan, bahwa apa yang dilakukan Eva, sama sekali tanpa komunikasi dengan DPP PDIP. Makanya ia sendiri tak tahu apa alasannya sehingga Eva putuskan pindah ke Partai NasDem.

Djarot juga tidak tahu latar belakang  Mantan Anggota DPR RI itu lari ke partai yang dipimpin oleh Surya Paloh itu.

"Infonya begitu. Tidak ada komunikasi dengan kita," ujar Djarot saat dikonfirmasi, Senin 15 Mei 2023.

Djarot menyatakan partainya juga sudah bersikap atas keputusan Eva tersebut. Dia bilang, Eva sudah resmi diberikan sanksi berupa pemecatan sebagai kader PDIP.

"Secara otomatis dipecat sebagai anggota partai," tukasnya.

Sebagai informasi, nama politisi PDIP Eva Kusuma Sundari dikabarkan masuk menjadi bakal calon legislatif (bacaleg) Partai Nasdem untuk Pemilu 2024.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya usai menyerahkan berkas pendaftaran bacaleg ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Kamis 11 Mei 2023

"Eva Sundari masuk (bacaleg Nasdem)," kata Willy kepada wartawan. Willy hanya membenarkan informasi tentang Eva Sundari sampai situ.

Tribunnews sempat mengonfirmasi hal ini langsung kepada Eva Kusuma Sundari, namun ia enggan memberikan komentar.

Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat menyindir Eva Kusuma Sundari yang tiba-tiba maju menjadi bakal calon legislatif (bacaleg) dari partai NasDem.

Djarot mengatakan partainya tidak mengetahui alasan Eva Kusuma hengkang ke NasDem. Apalagi, keputusan itu diambil tanpa pemberitahuan ke DPP PDIP.

Namun begitu, Djarot menyampaikan keluarnya Eva sebagai bagian dari proses seleksi kader Soekarno yang loyal sengan PDIP.

"Saya tidak tahu (alasan Eva pindah NasDem). Yang jelas, keluarnya yang bersangkutan sebagai bagian dari proses kristalisasi kader nasionalis Soekarno," ujar Djarot saat dikonfirmasi, Senin 15 Mei 2023.

Baca juga: PDIP Optimis Menang di Lembata dan Rebut Palu DPRD  

Dia menyatakan kader-kader yang tidak memiliki kesabaran akan keluar dengan sendirinya. Dia pun tidak masalah dengan keputusan para kadernya tersebut.

"Mereka yang tidak memiliki kesadaran dan kesabaran revolusioner akan secara otomatis keluar dengan sendirinya dari partai," tukasnya. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved