Liga 1
Bursa Transfer Liga 1, Nasib Febri Hariyadi, Bertahan atau Hengkang dari Persib Bandung
Nasib Febri Hariyadi kini masih menjadi perbincangan, apakah tetap bertahan atau hengkang dari Persib Bandung dalam bursa transfer Liga 1
Kedatangan Luis Milla di Persib 2022, tak membuat Febri serta merta menemukan peak performanya.
Ia malah kerap dicadangkan selama musim 2022-2023. Terdapat penurunan performa sejak tahun 2019.
Baca juga: Bursa Transfer Liga 1, Persib Bandung Datangkan Bek Kiri RANS Nusantara Edo Febriansah
Berdasarkan statistik, tahun 2017 di bawah arahan pelatih Djadjang Nurdjaman merupakan debut Febri di liga.
Ia memainkan 21 pertandingan sebagai starter, mencatatkan 1.822 menit bermain, mencetak empat gol dan tiga assist. Persib finis di posisi 13 klasemen akhir Liga 1 2017.
Musim 2018, pemain yang akrab disapa Bow ini banyak disibukkan dengan aktivitas pemanggilan Timnas.
Mario Gomez, pelatih asal Argentina yang menangani Persib kala itu, hanya memainkan Febri dalam 17 pertandingan. Bow memperoleh 1.328 menit bermain dengan catatan satu gol dan tiga assist.
Febri Hariyadi musim Liga 1 2019 mencatatkan performa terbaiknya dengan sembilan gol dan delapan assist dari 28 pertandingan.
Baru pada 2019 di bawah arahan pelatih asal Belanda Robert Rene Alberts, Febri bisa lebih maksimal. Barangkali ini menjadi performa terbaik Febri selama berbaju Persib.
Pemain kelahiran 19 Februari 1996 ini memainkan 28 pertandingan (2.332’) mencetak sembilan gol dan delapan assist bagi Maung Bandung.
Setelah itu, performa Febri kian menurun. Di Liga 1 2021-2022 ia bermain 30 kali mencatat 1.925 menit bermain dan 17 kali diganti.
Baca juga: Hasil Liga 1, Kapten Persija Jakarta Andritany Ardhiyasa Akui Peran Vital Thomas Doll
Pergantian yang dilakukan entah karena kebutuhan taktikal, atau memang performa Febri yang di luar ekspektasi.
Musim tersebut ia mencetak dua gol dan dua assist. Kritik tajam mulai dilancarkan, Febri kerap bermain di bawah form.
Beberapa keputusannya di lapangan mengundang tanya dan rasa geram di benak Bobotoh.
Robert Alberts saat itu menyadari banyak komentar buruk yang dialamatkan kepada Febri.
Bagi Robert, Febri tidak bisa disebut lagi pemain muda. Febri semestinya sudah punya permainan yang matang di usia mapan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.