Senin, 20 April 2026

Berita Kota Kupang

Branch Manager Bank Tabungan Negara: Tenaga Kerja di NTT Perlu Ditingkatkan

Dalam aspek Ketenagakerjaan terutama di NTT ini saya rasakan bahwa tenaga kerja yang ada di NTT itu perlu ditingkatkan

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
BRANCH - Branch Manager Bank Tabungan Negara BTN Kupang, Yuswanto Hery P bersama host jurnalis Pos Kupang Ani Toda.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Branch Manager Bank Tabungan Negara (BTN) Kupang, Dr. Yuswanto Hery P., S.E., M.M CPHCM mengatakan tenaga kerja di Nusa Tenggara Timur (NTT) perlu ditingkatkan. 

Hal ini dikatakan Yuswanto dalam Podcast Pos Kupang, Kamis, 27 April 2023. 

Menurut dia, perkembangan sebuah daerah ditentukan dari kualitas sumber daya manusia di daerah itu sendiri. 

Dikatakan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat pada awal abad 20 telah melahirkan teknologi informasi dan proses produksi yang dikendalikan secara otomatis sesuai dengan yang sedang dihadapi Indonesia saat ini.

Baca juga: Penjabat Wali Kota George Hadjoh Ajak Kartini Kota Kupang Gempur Inflasi dan Stunting

Revolusi industri telah mendorong inovasi - inovasi teknologi yang memberikan dampak tentunya perubahan fundamental terhadap kehidupan masyarakat.

"Dalam aspek Ketenagakerjaan terutama di NTT ini saya rasakan bahwa tenaga kerja yang ada di NTT itu perlu ditingkatkan atau perlu di-scale up sehingga bisa bersaing atau sejajar dengan teman - teman dari Jawa sana," kata Yuswanto.

"Itu dari level pekerja. Nah kalau berkaitan dengan human capital management saya sering tergelitik, ada satu pertanyaan yang selalu menggugah saya saat belajar tentang manajemen sumber daya manusia ini," lanjutnya.   

Menurutnya, pertanyaan itu adalah bagaimana memahami dan menerapkan pergeseran paradigma dalam human capital untuk kesuksesan bisnis kita karena di human capital management ini ranahnya adalah di pemangku kebijakan.

Nah kebutuhan akan sumber daya manusia memaksa dunia kerja untuk beradaptasi dan pergeseran paradigma terbaru dalam human capital management ini adalah era yang semakin kompetitif dan pemahaman terhadap perubahan human capital management.

"Ini sangat penting bagi pemimpin perusahaan tentunya dan organisasi untuk dapat menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang karena era digitalisasi ini sudah datang, kita tidak bisa menolak. Kita harus hadapi tentu dengan scale up knowledge jadi kalau di sebuah daerah, tenaga kerjanya mempunyai skill yang bagus pasti daerah tersebut akan maju karena mereka akan bisa mengembangkan daerahnya dengan pengetahuan yang ada," tambahnya lagi. 

Baca juga: INTI Kota Kupang Kunjung dan Beri Bantuan di Tiga Panti Asuhan Muslim

Yuswanto mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi penyebab perubahan paradigma tersebut. 

"Sekarang kita di era disruption di era revolusi industri 4.0 dimana ada beberapa hal yang menjadi penyebab perubahan - perubahan tersebut. Perubahan demografi, teknologi dan bisnis dapat memengaruhi bagaimana perusahaan mengelola sumber daya manusianya," jelasnya. 

Adapun faktor - faktor yang memengaruhi pergeseran paradigma dalam human capital management adalah, pertama kehadiran teknologi canggih seperti artificial intelligence, kehadiran mesin otomatis di mana - mana, big data analytics, hal itu semua memengaruhi perusahaan untuk mengelola sumber daya manusia yang lebih baik. 

"Kita akhir - akhir ini disibukkan dengan adanya CHATGBT. Saya dalam beberapa kesempatan mengajar kepada teman - teman saya sampaikan bahwa kalau teman - teman nyari nilai A saja sudah tidak perlu belajar tinggal akses CHATGBT, nilainya pasti A semua tapi kami dari dunia industri bukan itu saja yang kita butuhkan tapi calon tenaga kerja yang sesuai dengan standar industri yang kami tetapkan," ujarnya. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved