Pilpres 2024

Ketum PPP Jagokan Sandiaga Cawapres Ganjar, Hasto: PDIP Hormati

Hasto Kristiyanto memberikan tanggapan soal bakal calon Wakil Presiden yang akan mendampingi Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.

Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/KOMPAS.COM
Ketua Umum PPP menyebut Sandiaga Uno cocok jadi cawapres untuk Ganjar Pranowo, sementara Sandiaga menyatakan keluar dari Gerindra dan kemungkinan besar pindah ke PPP. 

“Tentunya apa yang saya rasakan, saya tuangkan dalam bentuk surat tersebut,” kata dia.

Baca juga: Meski Dukung Ganjar Capres, Ketua Umum Hanura OSO Akui Tak Gampang Gantikan Presiden Jokowi

Sandi juga mengatakan alasannya tidak memberikan surat secara langsung kepada Prabowo. Padahal keduanya sempat bertemu di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Sabtu 22 April 2023.

“Tentunya semuanya harus ada mekanismenya, kita mengikuti administrasi dan juga mengikuti etika dan hormat kepada yang saya teladani Pak Prabowo,” imbuh dia.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku belum menerima surat dari Sandiaga Uno setelah menyatakan mundur dari Partai Gerindra.

"Oh belum terima," kata Prabowo saat ditemui usai pertemuan dengan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Wiranto di Jakarta Selatan, Selasa 25 April 2023.

Prabowo melanjutkan, saat ini suasana masih dalam perayaan Idul Fitri.

Oleh karena itu, dia menilai semua hal perlu disikapi dengan tenang. "(Masih) Lebaran ini, santai saja. Enggak apa-apa (saya) kira itu," ujar Menteri Pertahanan RI ini.

Dengan demikian, surat itu belum sepenuhnya diterima oleh Prabowo.

Sandiaga Kerap Lakukan Manuver Politik 

Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam menilai kekuatan logistik yang besar menjadi alasan Sandiaga Uno kerap melakukan manuver politik.

Ia mengungkapkan, kekuatan itu membuat Sandiaga menjadi politikus yang cukup oportunis untuk mengejar kepentingannya.

“Mapannya kekuatan logistik Sandi itulah yang kemudian membentuk pola permainan politiknya yang cenderung self-sentric dan cenderung bercorak transaksional,” ujar Umam pada Kompas.com, Selasa 25 April 2023.

“Meskipun berada dalam struktur partai, Sandi cenderung tidak mau berada di bawah bayang-bayang dan kekangan loyalitas para elite dan pimpinan partai,” katanya lagi.

Menurut Umam, Sandiaga Uno memiliki kecenderungan untuk meninggalkan jabatan atau partai politik (parpol) tertentu untuk mengejar peluang yang lebih baik.

Ia mencontohkan, saat Sandiaga meninggalkan jabatan sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Baca juga: Sandiaga Temui Plt Ketua Umum PPP Usai Disebut Cocok Dampingi Ganjar: Saya Sudah Izin ke Prabowo

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved