Pilpres 2024

PDIP Buka Peluang Kadernya Diduetkan dengan Prabowo Subianto, Begini Kata Hasto Kristiyanto

Menjelang Pilpres 2024 mendatang, PDI Perjuangan perlahan-lahan mulai membuka peluang agar salah satu kader terbaiknya diduetkan dengan Prabowo

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM/kolase foto
MULAI BUKA PELUANG – PDIP dikhabarkan mulai perlahan-lahan membuka peluang untuk kerja sama dengan partai-partai politik yang diwacanakan akan bergabung dalam koalisi besar. Bahkan PDIP ingin menduetkan kadernya dengan Prabowo Subianto. 

POS-KUPANG.COM – Menjelang Pilpres 2024 mendatang, PDI Perjuangan perlahan-lahan mulai membuka peluang agar salah satu kader terbaiknya diduetkan dengan Prabowo Subianto.

Niat Partai Banteng Moncong Putih tersebut disampaikan melalui Hasto Kristiyanto yang juga Sekjen PDIP, sebagaimana dikutip Pos-Kupang.Com pada Selasa 18 April 2023 dari KompasTV.

Hasto mengatakan itu, setelah membeberkan sekilas tentang rencana menjajaki kerja sama partainya dengan koalisi besar, yang kini sedang menjadi bahan perbincangan publik.

Dikatakannya, saat ini komunikasi politik antar parpol masih sangat terbuka, sangat dinamis. Jalinan kerja sama juga selalu didiskusikan.

Sementara menuju Pilpres 2024, lanjut dia, PDI Perjuangan tak hanya mempertimbangkan faktor elektabilitas dalam mengusung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

PDIP juga mempertimbangkan prinsip gotong royong demi mewujudkan visi dan misi untuk Indonesia maju.

Misalnya, PDIP ingin mendorong kedaulatan pangan dalam salah satu misinya, maka sulit jika partainya harus bekerja sama dengan partai yang hobi impor komoditas pangan.

Baca juga: PDIP Mulai Beri Sinyal Kadernya Bisa Duet dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2024 

Hal yang paling penting, lanjut dia, adalah kerja sama antarpartai itu dibangun untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Bukan cita-cita atau kepentingan perorangan.

“Kerja sama partai politik kan untuk bangsa dan negara, bukan untuk orang perorang karena roh di dalam demokrasi itu adalah musyawarah dan gotong royong.”

MAKIN MESRAH – Sandiaga Uno terlihat semakin mesrah dengan Partai Keadilan Sejahtera di tengah isu yang menyebutkan bahwa dirinya akan segera tinggalkan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan memilih bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan atau PPP.
MAKIN MESRAH – Sandiaga Uno terlihat semakin mesrah dengan Partai Keadilan Sejahtera di tengah isu yang menyebutkan bahwa dirinya akan segera tinggalkan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan memilih bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan atau PPP. (POS-KUPANG.COM/kolase foto)

“Ketika kerja sama yang ditunjukkan untuk per orangan, maka jadi sempit terkooptasi oleh kepentingan-kepentingan sempit,” ujarnya.

Hasto pun menegaskan bahwa PDI-P telah bulat berkomitmen untuk mengusung kader sendiri sebagai capres pada pemilu mendatang. Hal itu diputuskan dalam Kongres ke-V PDI-P dan dipertegas oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Terkait capres yang akan diusung PDI-P, kata Hasto, sepenuhnya menjadi kewenangan Megawati sebagai pimpinan tertinggi partai.

Saat ini, PDI-P terus menjalin komunikasi dengan partai-partai politik lain. “Apa yang dilakukan tersebut ujung-ujungnya kan akan berbicara siapa yang jadi capres, siapa yang menjadi cawapres,” kata Hasto.

Mengenai munculnya wacana pembentukan koalisi besar yang rencananya menggabungkan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR), Hasto menyambut positif.

Hasto tak menjawab tegas ketika ditanya apakah PDI-P akan turut bergabung bersama koalisi besar tersebut. Namun, dia meyakini bahwa kerja sama antarpartai koalisi besar baru akan terbentuk setelah PDI-P mengumumkan capres, sebagaimana yang terjadi ketika partai banteng mengumumkan Joko Widodo atau Jokowi sebagai capres jelang Pemilu 2014 dan 2019 lalu.

Baca juga: Partai Ummat Tak Punya Pilihan Lain di Pilpres 2024 Selain Anies Baswedan, Begini Kata Benny Suharto

“Nanti setelah ibu ketua umum mengumumkan siapa capres dari PDI Perjuangan, dari pengalaman ketika mengumumkan Pak Jokowi, di situ akan terjadi konsolidasi pengerucutan dalam kerja sama tersebut,” katanya.

Sebelumnya, sempat muncul wacana menyandingkan Gubernur Jawa Tengah yang juga kader PDI-P, Ganjar Pranowo, dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Sejauh ini, PDI-P belum buka suara soal jagoannya untuk Pemilu 2024. Namun, Gerindra telah mengumumkan bakal mengusung Prabowo sebagai capres.

Belakangan, muncul wacana pembentukan koalisi besar untuk Pemilu 2024. Poros politik tersebut berencana melebur Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

Adapun KIB digagas oleh Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sedangkan KKIR dibentuk oleh Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Lima ketua umum partai tersebut sempat melakukan pertemuan beberapa waktu lalu. Pertemuan itu juga dihadiri Presiden Joko Widodo. Usai pertemuan,

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan bahwa koalisi Kebangkitan Indonesia Raya dan Koalisi Indonesia Bersatu berpeluang bergabung. Prabowo menilai, kedua koalisi satu frekuensi.

“Ternyata ada. Jadi kami merasa dalam frekuensi yang sama ya, ada kecocokan, dan kalau dilihat, pimpinan partai kami sudah masuk. Cak Imin ya, kami sudah masuk timnya Pak Jokowi sebetulnya sekarang,” kata Prabowo usai acara “Silaturahmi Ramadhan bersama Presiden RI” yang digelar di Kantor DPP PAN, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu 2 April 2023.

Baca juga: Buni Yani Pastikan Bukan Ganjar Tapi  Prabowo yang akan Didukung Partai Ummat Pada Pilpres 2024

Kendati demikian, Menteri Pertahanan itu belum mau menjawab secara gamblang terkait rencana penggabungan KIB dan KIR. Namun, dia memastikan, ketua umum partai masing-masing koalisi akan berkomunikasi lebih intens lagi. Dalam kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo langsung melontarkan kata "cocok" seandainya KIB dan KIR bersatu untuk menghadapi Pemilu 2024.

“Cocok. Saya hanya bilang cocok. Terserah kepada ketua-ketua partai atau gabungan ketua partai. Untuk kebaikan negara, untuk kebaikan bangsa untuk rakyat, hal yang berkaitan, bisa dimusyawarahkan itu akan lebih baik,” kata kepala negara kepada awak media. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved