Lailatul Qadar 2023

Besok, Masuk 10 Malam Terakhir Ramadhan, Ini Amalan dan Doa Jelang Malam Lailatul Qadar

Besok, Masuk 10 Malam Terakhir Ramadhan, ini Amalan dan Doa Jelang Malam Lailatul Qadar serta cara mendapatkannya

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
blog.quickcorp.co.id
Amalan dan Doal Malam Lailatul Qadar/ Ilustrasi Malam Lailatul Qadar - Besok, Masuk 10 Malam Terakhir Ramadhan, Ini Amalan dan Doa jelang Malam Lailatul Qadar 

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī ('annā jika dibaca berjamaah)

Artinya:

"Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf yang pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami)

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

1. Malam yang lebih baik dari seribu bulan, (Q.S Al-Qadr:3)

Dalam tafsir al-Thabari disebutkan ada Mujahid yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan “lebih baik dari seribu bulan” adalah amal, puasa, dan shalat, yang dikerjakan pada malam lailatul qadar lebih baik dari amalan yang dilakukan selama seribu bulan.

2. Dosa orang yang menghidupkan malam tersebut diampuni

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”. (HR. Bukhari)

3. Pada malam tersebut turun para malaikat dan malaikat jibril a.s ke bumi.

Pada malam tersebut turun para malaikat ke bumi yang jumlahnya tidak terhingga dan lebih banyak dari kerikil yang ada di bumi.

4. Malam penuh kesejahteraan.

5. Pada malam tersebut diturunkannya Al-Qur`an.

6. Allah menurunkan satu ayat lengkap yaitu surah Al-Qadr ayat 1-5.

Tanda-tanda Datangnya Malam Lailatul Qadar

Mengutip dari IAIN Madura, berikut tanda-tanda datangnya Malam Lailatul Qadar:

1. Udara dan angin pada malam ganjil itu terasa tenang tidak terlalu dingin dan juga tidak terlalu panas.

Hal ini sesuai dengan hadits nabi: “Lailatu Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tida begitu dingin” (HR. Ibnu Huzaimah).

2. Seseorang sangat menikmati ibadahnya, mereka merasa sangat semangat dan tidak hentinya beribadah.

Hal tersebut karena pada malam itu turun para malaikat dan malaikat jibril ke bumi dengan membawa rahmat Allah.

3. Malam hari tampak sangat terang.

Hal tersebut dikarenakan pada malam lailatul qadar langit tidak ditutupi awan sedikitpun.

Berikut Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

Begitu istimewanya malam lailatul qadar hingga Rasulullah melakukan ibadah tanpa henti di malam itu, meskipun beliau merupakan manusia pilihan yang sudah dijamin oleh Allah kemuliaannya.

Rasulullah berusaha mendapatkan malam lailatul qadar setiap Bulan Ramadan dengan melakukan ibadah malam, baik salat, membaca Al-Qur'an, beristighfar juga berzdikir dan berdoa.

Sehingga, umat muslim dianjurkan untuk mempersiapkan diri dengan beribadah agar mendapatkan malam lailatul qadar.

Melansir dari Laman Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia, adapun cara-mendapatkan malam lailatul qadar yakni:

1. Perbanyak Melakukan Kebaikan

Umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak melakukan kebaikan di malam lailatul qadar. Hal ini dikarenakan pada malam itu, Malaikat akan turun ke bumi untuk mencatat amal kebaikan manusia.

Malaikat akan merasa senang dengan orang-orang yang melakukan kebaikan. Ia mendukung setiap manusia yang berbuat baik secara terus-menerus dan tidak menunda-nunda untuk membantu sesama.

2. Berdamai dengan Diri Sendiri dan Orang Lain

Pada malam lailatul qadar, umat muslim dianjurkan untuk berdamai dengan diri sendiri dan orang lain. Hal ini dikarenakan pada malam itu ada kedamaian sampai fajar (QS Al-Qadr: 5).

Kedamaian yang dimaksud adalah dengan tidak mengambil hak orang lain demi mewujudkan kesejahteraan diri sendiri.

Lalu Kapan malam lailatul qadar? Jawabannya tingkatkan ibadah dan amalan di 10 Malam Terakhir Ramadhan dan kenali Tanda-tanda Lailatul Qadar.

Hal itu seperti diriwayatkan Aisyah

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم اذا دخل العشر احيا الليل وايقظ اهله وشد المئزر

Artinya: Apabila Rasulullah SAW memasuki malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan, beliau beribadah dengan sungguh-sungguh serta membangunkan anggota keluarganya.

Karena itu, menjelang 10 Malam Terakhir bulan Ramadhan besok, Umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan amal baik.

Alasanya, di antara 10 Malam terakhir Bulan Ramadhan ada Malam Paling Mulia, malam lailatul qadar

Kedatangan malam lailatul qadar memang tidak dapat diprediksi karena itu menjadi rahasia Allah SWT.

Namun malam lailatul qadar bisa dikenal dari tanda-tanda atau Gejala Alam.

Disebutkan, Tanda-tanda Lailatul Qadar, antara lain: malam yang terang dan bercahaya, udaranya tidak panas dan tidak dingin, tidak ada mendung tidak ada hujan, tidak ada gerak angin dan tidak ada bintang yang dilempar. Paginya matahari terbit dengan terang tapi tidak terlalu memancar.

Hal itu sebagaimana dikisahkan para sahabat Rasulullah. 

Para sahabat Rasulullah SAW yang sangat mengidam-idamkan malam lailatul qadar kemudian memberanikan diri bertanya kepada Rasulullah.

فقد سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن علاملت ليلة القدر فقال هي ليلة بلجة اي مشرقة نيرة لاحارةولا باردة ولاسحاب فيها ولامطر ولاريح ولايرمى فيها بنجم ولاتطلع الشمس صبيحتها مشعشة

Artinya: Rasulullah SAW pernah ditanya tentang tanda-tanda lailatul qadar, maka beliau bersabda: Yaitu malam yang terang dan bercahaya, udaranya tidak panas dan tidak dingin, tidak ada mendung tidak ada hujan, tidak ada gerak angin dan tidak ada bintang yang dilempar. Paginya matahari terbit dengan terang tapi tidak terlalu memancar.

Karena keistimewaannya, malam lailatul qadar menjadi malam yang paling dinantikan oleh setiap umat muslim di muka bumi pada bulan Ramadan.

Apa Itu Malam Lailatul Qadar?

Dilansir dari laman communication.uii.ac.id, malam lailatul qadar pada Al-Qur'an dan As-Sunnah disebutkan memiliki nilai yang lebih baik dari seribu bulan. Sehingga malam lailatul qadar disebut sebagai malam yang indah penuh kemuliaan.

Bukan hanya itu, seorang muslim yang melaksanakan kebaikan pada malam lailatul qadar dianggap telah mengerjakan kebaikan selama seribu bulan yaitu sekitar 83-84 tahun.

"Syekh Muhammad Abduh memaknai kata "al-Qadar" dengan kata "takdir". Ia berpendapat demikian Allah SWT pada malam tersebut mentakdirkan agama-Nya dan menetapkan khittah untuk Nabi-Nya, dalam menyeru umat manusia ke jalan yang benar. Khittah yang dijalani itu sekaligus melepaskan umat manusia dari kerusakan dan kehancuran yang waktu itu sedang membelenggu mereka. (Hasbi Ash Shiddieqy, 1996: 247)."

Sementara arti kata "al-Qadar" juga diartikan "al-Syarf" yang artinya mulia (kemuliaan dan kebesaran). Allah SWT telah mengangkat kedudukan Nabi-Nya pada malam Qadar dan memuliakannya dengan risalah serta membangkitkannya menjadi Rasul terakhir.

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ بِإِذۡنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمۡرٖسَلَٰمٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ

"Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur'an pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS. al-Qadr, [97]: 1-5). (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved