Wawancara Eksklusif
Wawancara Eksklusif Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan: Ditelepon Jokowi Sehari Sembilan Kali
Presiden Jokowi rupanya sangat serius menangani persoalan harga pangan, barang yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Presiden Jokowi rupanya sangat serius menangani persoalan harga pangan, barang yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
Hal itu diungkapkan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat wawancara eksklusif di kantor Kemendag, Jakarta, Selasa 28 Maret 2023.
"Pak Jokowi itu harga naik sedikit itu concern sekali. Untuk rakyat kita ini, apalagi kebutuhan pokok, beliau itu radarnya langsung," ucap Zulkifli.
Zulhas, begitu dia disapa, mengaku pernah ditelepon Presiden Jokowi sebanyak sembilan kali untuk menyelesaikan masalah kenaikan harga.
Menurutnya, Presiden mengetahui detail harga-harga pangan yang naik seperti beras, cabai dan pangsa pasarnya.
"Bapak Presiden Jokowi ini kan detail kerjanya. Saya pernah ditelepon sehari sampai sembilan kali. Lebih dari minum obat tiga kali," imbuhnya.
Selengkapnya lanjutan wawancara eksklusif Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dengan Mendag Zulkifli Hasan:
Bagaimana ceritanya bapak bisa diberi amanah pada Juni 2022 yang lalu, saya ingat waktu itu sedang heboh kelangkaan minyak goreng?
Saya waktu di DPR sebetulnya musuhan terus dengan Kementerian Perdagangan, tahun 2004 waktu itu Menterinya Ibu Mari Elka Pangestu jadi ya beda terus, tarung terus.
Saya nggak pernah punya cita-cita jadi Mendag. Apalagi saya kan sudah Ketua Umum Partai banyak kerjaan kan begitu. Oleh karenanya waktu itu saya mengusulkan kader-kader yang lain kalau diperlukan.
Tapi ya nggak tahu Pak Presiden minta saya, tugas ya saya siap saja.
Pada waktu itu apa yang diminta komitmen dari Pak Presiden kepada Bang Zul terkait Kemendag?
Pertama minyak goreng harus segera diatasi, dikasih waktu dua bulan. Kita bereskan dua minggu, terus ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga.
Waktu itu apakah Bang Zul tidak bertanya langsung alasan mengapa Presiden menunjuk Anda?
Nggak wani (berani). Namanya tugas ya dijalankan.
Kalau komunikasi dengan Pak Jokowi bagaimana apakah intens?
Saya pembantunya jadi sangat baik. Saya pernah ditelepon sehari sampai sembilan kali. Lebih dari minum obat tiga kali.
Bapak Presiden Jokowi ini kan detail kerjanya. Saya bagaimana coba kalau tidak mati-matian, beliau tahu harga beras, cabai, pangsa pasar bagaimana tahu beliau.
Pak Jokowi itu harga naik sedikit itu concern sekali. Untuk rakyat kita ini, apalagi kebutuhan pokok, beliau itu radarnya langsung.
Jadi kalau cabai naik sedikit langsung telepon Mendag. Kami diminta cek ini ada apa (harga naik) makanya pernah sembilan kali.
Makanya saya harus kerja lebih keras kalau ndak apa tidak malu saya Presiden lebih tahu harga cabai dari pada Menteri Perdagangan. Malunya itu lho, nah jadi harus kerja keras.
Tapi gaya kerja detail Pak Jokowi itu tidak bikin stres atau tertekan ya?
Nggak Pak ini buat saya malah tantangan buat berbuat lebih baik. (tribun network/reynas abdila)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.