Sabtu, 11 April 2026

Berita Ende

Bupati Ende Janji Perhatikan Akses Jalan Warga Desa Wologai Dua

Bupati Ende juga mengatakan, meskipun menjadi prioritas pembangunan, namun harus tetap memperhatikan kemampuan fisikal daerah.

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Bupati Ende, Djafar Achmad merespon keluhan warga di Desa Wologai Dua, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende soal akses jalan yang rusak berat. Menurut orang nomor satu di Kabupaten Ende itu, pembangunan akses jalan merupakan prioritas dari kepemimpinannya. Sebab dengan akses jalan, maka perputaran arus barang dan jasa lebih cepat dan masyarakat akan cepat dilayani. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, ENDE - Bupati Ende, Djafar Achmad merespon keluhan warga di Desa Wologai Dua, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende soal akses jalan yang rusak berat.

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Ende itu, pembangunan akses jalan merupakan prioritas dari kepemimpinannya. Sebab dengan akses jalan, maka perputaran arus barang dan jasa lebih cepat dan masyarakat akan cepat dilayani.

"Akses jalan itu prioritas misi kami. Jalan, air dan listrik (JAL)," kata Bupati Djafar Achmad kepada POS-KUPANG.COM, Selasa 28 Maret 2023 siang.

Bupati Ende juga mengatakan, meskipun menjadi prioritas pembangunan, namun harus tetap memperhatikan kemampuan fisikal daerah.

Baca juga: Kapolres Ende Serahkan Bantuan Kemanusiaan dari Kapolri kepada Masyarakat

Jika keuangan daerah mampu membiayai pembangunan akses jalan tersebut, maka pemerintah Kabupaten Ende akan mengalokasikannya.

"Tentu kita sesuai dengan fiskal daerah. Kita akab perhatikan," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, akses transportasi jalan ke Desa Wologai Dua, di Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Provinsi NTT, kondisinya sangat memprihatinkan.

Merespon keluhan masyarakat, Ketua Majelis Pemuda Pancasila (MPC) Ende Blasius A. Rinda turun dan melihat langsung kondisi jalan tersebut.

Pria yang biasa disapa Djolan Rinda tersebut sangat menyayangkan kepada pemerintah daerah Kabupaten Ende yang terkesan malas tau bahkan tidak pernah tau keberadaan dan kondisi masyarakat di desa tersebut.

Baca juga: Bupati Ende Hadirkan Kapal Mewah, Harga Terjangkau Tujuan Surabaya-Lombok-Labuan Bajo-Ende PP

Lanjut Djolan Rinda mengungkapkan, selain kondisi jalan berlubang, di badan jalan ada kali-kali kecil, sehingga ketika pada saat musim hujan, pengendara sama sekali tidak bisa melewati jalan tersebut, sebab air mengalir di badan jalan sehingga sebagian badan jalan nyaris putus.

Ia juga mengatakan ada satu dusun yang sama sekali akses jalan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua karena jarak sekitar dua km dari kantor desa. Dusun tersebut yakni dusun Boro.

"Sedih saya melihat desa tersebut. Jalan sangat buruk, air juga sulit. Kita bisa bayangkan bagaimana kehidupan mereka sehari-hari, sedih saya," ungkapnya.

Meskipun akses transportasi masih buruk, kata Djolan Rinda, hasil komoditi dan hasil pertanian di desa tersebut sangat melimpah.

Untuk itu, dirinya mendesak Pemkab Ende untuk segera turun dan melihat langsung akses jalan di beberapa kampung yakni Kampung Boro, Kampung Kanakera dan Kampung Mbani.

"Sebagai organisasi masyarakat, kami akan terus memperjuangkan persoalan tersebut hingga kebutuhan masyarakat terpenuhi dan kami tidak bosan-bosan menyuarakan kepentingan masyarakat kecil," ungkapnya. (tom)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved