Berita Kota Kupang

BPBD Akan Distribusi Air Bersih Bagi Warga Kota Kupang Bila Kekeringan Tiba

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan mendistribusi air bersih bagi warga Kota Kupang bila musim kekeringan tiba. 

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang, Ricko Umar 

 Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini sebagai bentuk antisipasi.

"Kalau tiga tahun terakhir ini saat musim kemarau masih sering terjadi hujan, maka di tahun ini (2023), intensitas hujan akan jauh menurun," kata dia. 

Menurutnya, kewaspadaan harus lebih ditingkatkan. Terutama di daerah-daerah yang masuk ke dalam kategori rawan Kahutla, contohnya seperti di Sumatera dan Kalimantan.

Berdasarkan pemantauan terbaru BMKG, ia mengungkap, saat ini intensitas La Nina terus melemah. Hal itu terlihat dari indeks El-Nino Southern Osciliation (ENSO) di 10 hari pertama Januari 2023.

El Nino dan La Nina merupakan dinamika atmosfer dan laut yang memengaruhi cuaca di sekitar laut Pasifik. Ketika El Nino berlangsung, musim kemarau menjadi sangat kering serta permulaan musim hujan yang terlambat. Sedangkan ketika La Nina, musim penghujan akan tiba lebih awal dari biasanya.

Baca juga: NTT Waspada Kekeringan! BMKG Sebut Musim Kemarau 2023 Lebih Kering

La Nina juga menyebabkan hujan tetap terjadi saat musim kemarau. BMKG memprediksi kondisi tersebut akan terus berlangsung hingga akhirnya indeks menjadi netral pada Maret 2023.

"Berdasarkan catatan sejarah masa lalu, El Nino kategori lemah yang terjadi setelah pertengahan tahun umumnya berlangsung dengan durasi yang pendek," imbuhnya.

Pada bulan Maret hingga Mei 2023, beberapa wilayah di pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara akan mengalami periode transisi atau peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau.

Dari periode peralihan musim ini, kata dia, pemerintah daerah dan masyarakat perlu mewaspadai kemunculan fenomena cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin puting beliung, petir, dan angin kencang. 

Baca juga: BMKG Ingatkan Masyarakat Waspada Bencana Hidrometeorologi Imbas Hujan di NTT 

"Kewaspadaan yang lebih tinggi perlu dilakukan untuk mengantisipasi musim kemarau yang diprediksikan lebih kering atau dengan jumlah curah hujan yang lebih rendah dibandingkan dengan 3 tahun belakangan karena kondisi La Nina yang telah netral atau bahkan berubah menjadi El Nino lemah," kata Dwikorita.

Kepala BMKG itu mengatakan, hingga enam bulan ke depan, BMKG memprediksi bahwa curah hujan bulanan akan didominasi kategori normal.

Namun, secara volume, curah hujan bulanan tahun 2023 relatif menurun dibandingkan dengan curah hujan bulanan selama tiga tahun terakhir.

Curah hujan bulanan kategori di atas normal berpeluang terjadi di Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara pada Februari dan Maret 2023.

Sementara itu, di Bali, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Maluku dan Maluku Utara akan terjadi pada Februari 2023. Lalu, di Papua bagian tengah dan selatan akan terjadi pada Juni 2023.

Sedangkan curah hujan kategori di bawah normal berpeluang terjadi di sebagian Sumatera bagian tengah, sebagian Kalimantan bagian tengah, sebagian Sulawesi bagian tengah dan sebagian kecil Papua pada Februari hingga Maret 2023, dan sebagian besar Sumatera dan Jawa pada Mei dan Juni 2023.  (fan)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved