Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif Bupati Indramayu Nina Agustina: Putus Komunikasi Sejak Tahun Lalu

Bupati Indramayu Nina Agustina menceritakan hubungan dengan Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim sudah renggang dari tahun 2022.

|
Editor: Alfons Nedabang
KOMPAS.com/MUHAMAD SYAHRI ROMDHON
Bupati Indramayu Jawa Barat Nina Agustina memberikan keterangan pasca pengajuan pengunduran Lucky Hakim dari posisi sebagai Wakil Bupati Indramayu di kantor Bupati pada Senin 20 Februari 2023. Saat melayani Wawancara Eksklusif dengan Tribun Network, Nina Agustina membuka peluang rekonsiliasi dengan Wakil Bupati Lucky Hakim. 

POS-KUPANG.COM - Bupati Indramayu Nina Agustina menceritakan hubungan dengan Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim sudah renggang dari tahun lalu.

Nina Agustina mengakui pertemuannya kala itu karena dipanggil untuk duduk bersama.

“Sudah lama ya, sudah lama waktu itu saya panggil untuk sama-sama duduk bareng lah, maunya seperti apa, itu sekitar Februari-Maret 2022, jalan sendiri,” ungkap Nina Agustina saat Wawancara Eksklusif melalui zoom, Senin 20 Februari 2023.

Selepas itu, Nina Agustina dan Lucky Hakim tidak pernah melangsung pertemuan bahkan putus komunikasi.

“Yaa tidak ada, tidak ada sama sekali. Jadi saya anggap sesuatu yang padahal saya sudah tawarkan maunya apa, maunya seperti apa, maunya gimana, saya sudah menawarkan, tapi karena sudah beliaunya tidak mau. Yasudah,” ucapnya.

Lanjutan petikan wawancara lengkap Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dengan Bupati Indramayu Nina Agustina:

Bisa cerita awal mulanya Ibu kemudian berpasangan dengan Lucky Hakim dalam Pilkada 2019 lalu?

Ya Alhamdulillah pada saat 2019 saya sudah berteman dengan Mas Lucky ini karena sama-sama senang binatang. Jadi rescue. pada saat dia harus rescue binatang jadi, misalnya di Instagram apa nih ada yang seperti ini gitu kan.

Nah pada saat Pilkada, kita mencari wakil. Mas Lucky ini kan dari NasDem, trus mendampingi saya di Indramayu. alhamdulillah pada saat itu kita menang berdua pasangan Nina-Lucky. Amanah untuk memimpin.

Dalam perjalanan waktu ya kita nggak ada masalahnya, buat saya tidak ada masalah secara pribadi, tapi dalam satu kepemimpinan ataupun organisasi pastinya kan ada sesuatu hal yang mungkin menjadi satu masalah, tapi bagi saya pribadi tidak ada.

Apakah ketika berpasangan di dalam pilkada sudah ada komitmen atau ya semacam perjanjian itu terkait dengan pembagian tugas. Ibu mengerjakan ini, Pak Lucky ngerjain ini? Ada tidak Bu?

Kalau seperti itu kita ngobrol biasa aja ya, ngobrol biasa karena masing-masing sudah diatur dalam perundang undangannya sebagai Bupati, wakil Bupati sudah ada tupoksinya masing masing.

Jadi bagi saya buat bukan sesuatu hal yang berat ataupun nanti akan jadi masalah dalam perjalanan nya. Bagi daya tidak ada. seperti itu. Karena sudah diatur diperundang undangan, sudah cukup jelas diatur.

Kalau boleh cerita, kapan terakhir ketemu dengan Pak Lucky hakim kapasitas sebagai Wakil Bupati?

Sudah lama ya, sudah lama. Karena saya panggil untuk sama2 duduk bareng lah, maunya seperti apa, itu sekitar Februari-Maret 2022, jalan sendiri.

Jadi setelah itu tidak ada komunikasi lagi?

Yaa tidak ada, tidak ada sama sekali. Jadi saya anggap sesuatu yang , padahal saya sudah tawarkan maunya apa, maunya seperti apa, maunya gimana, saya sudah menawarkan, tapi karena sudah beliaunya tidak mau. Yasudah.

Bu, sebenarnya hambatan komunikasinya itu apa si Bu? Apakah karena punya dua karakter berbeda atau gimana, supaya masyarakat tahu apa sih hambatan komunikasi antara Bupati dan Wakil Bupati?

Seperti awal saya sampaikan kalau saya pribadi tidak ada sesuatu hal masalah, jadi kalau untuk hambatan hambatan komunikasi, oh saya tidak nyaman nih, harusnya yang dikomunikasikan Pak Lucky atau saya. Mbak, kami manggilnya
mas Lucky dan Mbak Nina, mbak misalnya merasa tidak nyaman disampaikan ke kita.

‘Mbak, saya tidak nyaman nih’ soalnya saya pernah mengatakan kepada Mas Lucky, mas kamu maunya apa nih? Tupoksinya apa, kepala dinas mana yang mau kamu pegang.

Tapi Mas Luckynya bilang, ya sudah mbak saya seperti ini saja. Ya sudah. Jadi semuanya sudah di komunikasikan.

Jadi sebenarnya Ibu pernah menanyakan ya, Pak Lucky maunya apa, mau pegang apa, tapi yang bersangkutan memilih apa adanya?

Yaa seperti itu, yaudah mbak kami seperti ini saja lah mbak. Ooh yasudah, jangan sampai ribut lagi nih kareja tidak enak. Dan saya bilang kita ini pasangan terpilih, 2024 harus selesai, kita selesaikan dengan baik.

Bu klo boleh bertanya, orang kepingin tahu hebatnya itu Kabupaten Indramayu itu, apa potensi yang paling unggulan di wilayah Kabupaten Indramayu nih apa Bu?

Ya kemarin ini saya lupa nih, kemarin ini kita mendapat penghargaan penghasil beras, 1,3 juta ton per tahun dan kita mendapat apa tantangan dari Pak Presiden. 'Mampu gak nih di tahun ini 1,5 sampai 1,8 untuk penghasil padi atau beras dan itu kita surplus pada saat pandemi.

Selain itu Bu yang menonjol di Jawa Barat selain padi dan ikan apakah adalagi yang ingin ibu sampaikan bahwa wilayah ini mempunyai kehebatan tertentu Bu?

Ya kita penghasil migas juga loh, Pertamina itu di Indramayu. Ya PLTU kita ada juga di Indramayu juga, seperti itu.

Selain sebagai pejabat publik ibu juga politisi atau kader partai, apakah terkait dengan kasus atau permohonan pengunduran diri pak Luki hakim ini partai juga tanya?

Ada menanyakan juga ya kan karena kan kita ada partai pengusung juga ka. saya kebetulan diusung oleh partai saya dari PDIP dengan partai Gerindra, ada NasDem dan juga Perindo menanyakan juga, tapi kita kembali lagi semua itu kita kembalikan kepada regulasi yang ada. (tribun network/reynas abdila)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved