Sabtu, 11 April 2026

Berita Kota Kupang

Upacara Adat Natoni Menghantar Pemakaman Tokoh Adat Bello

Upacara pemakaman jenazah Semuel Takene (65) salah satu tokoh adat Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang  NTT

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
NATONI - Penuturan adat Natoni saat pemakaman tokoh adat Bello, Semuel Takene, Minggu 19 Februari 2023 

POS-KUPANG.COM,KUPANG - Upacara pemakaman jenazah Semuel Takene (65) salah satu tokoh adat Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang  NTT Minggu 19 Februari 2023 boleh dibilang unik.

Karena, sebelum jenasah diusung untuk dimakamkan terlebih dahulu dilakukan Tutur Natoni yang dilajukan sekelompok orang tokoh adat dipimpinan Lukius Takene (63). 

Dominggus Oematan (54) Salah satu pelayat yang hadir saat itu mengatakan, dirinya baru pertama kali melihat proses pemakaman siperti itu.

Menurutnya mungkin saja baru pertama kali terjadi di Bello dan termasuk di tempat tinggalnya di Manulai. 

Baca juga: Warga Bello Swadaya Buka Jalan Baru, Minta Pemerintah Tingkatkan Dengan Pengerasan

"Saya baru pertama kali melihat proses pemakaman jenasah seperti ini, karena mungkin almarhum tokoh adat sehingga bagian dari penghormatan," jelas Oematan.

Sementara itu Otniel Bistolen (52) salah satu tokoh agama yang juga turut hadir mengatur proses pemakaman berlangsung saat itu mengatakan, upacara pemakan berlangsung sebagaimana biasanya seduai ajaran iman Kristen. Hanya saja ada penambahan diakhir acara yakni upacara adat tutur Natoni karena permintaan keluarga dan tokoh adat Bello. Sebab yang meninggal (almarhum Semuel Takene) merupakan salah satu tokoh adat.   

Baca juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, Pemuda di Bello Kota Kupang Lakukan Aksi Pungut Sampah

Hal yang sama juga diungkapkan Lukius Takene yang yang menyampaikan Tutur Natoni bahwa makna dari semua ungkapan yakni, permohonan meluruskan jalan keabadian bagi almarhum baik dari para leluhur maupun Sang Pencipta. Juga permohonan kesehatan dan perlindungan baik bagi segenap keluarga yang ditinggalkan.

"Makna ungkapan tadi permohonan kepada Sang Pencipta dan Leluhur membuka jalan bagi almarhum dan permohonan perlindungan kesehatan bagi segenap keluarga," tutur Lukius.

Almarhum Semuel Takene meninggal pada 17 Februari 2023, karena usia tua dengan meninggalkan istri dan tiga orang anak, semasa hidupnya almarhum Semuel juga pernah menjabat sebagai Ketua Adat suku Takene Bello, pernah menjabat Ketua LKMD tahun 1994 - 2003 dan pernah juga menjabat Ketua RW 04 Kelurahan Bello hingga 2020. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved