Prkairaan Cuaca
NTT Dilanda Siklon Tropis 97S, BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Selama 6-12 Februari
Bibit Siklon Tropis 97S terpantau berada di Samudra Hindia Selatan NTB dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara minimum 1002.8 mb.
POS-KUPANG.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) mendeteksi kemunculan tiga Bibit Siklon Tropis di sekitar wilayah Indonesia. Kondisi ini berpotensi menyebabkan Cuaca Ekstrem di sejumlah daerah selama 6-12 Februari 2023 atau sepekan ke depan.
Pertama, Bibit Siklon Tropis 94S terpantau berada di Samudra Hindia sebelah barat daya Bengkulu, dengan kecepatan angin maksimum 30 knot, dan tekanan udara minimum 1000.2 mb.
Menurut BMKG, sistem ini bergerak ke arah timur tenggara dengan potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori sedang.
Kedua, Bibit Siklon Tropis 95S terpantau berada di Samudra Hindia sebelah Selatan Banten dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara minimum 1004.2 mb.
Sistem ini bergerak ke arah barat dengan potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori Rendah.
Ketiga, Bibit Siklon Tropis 97S terpantau berada di Samudra Hindia Selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara minimum 1002.8 mb.
Baca juga: Cuaca Maritim NTT 5 Februari 2023, BMKG: Waspada,2 Laut di NTT Berpotensi Gelombang Tinggi 4-6 Meter
Sistem ini bergerak ke arah tenggara dengan potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori rendah.
"Kemunculan tiga bibit siklon tropis ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah siklon tropis," kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam keterangan tertulisnya yang diterima POS-KUPANG.COM, Minggu 5 Februari 2023.
Ia menjelaksan bahwa kondisi atmosfer menunjukkan beberapa fenomena yang mendukung pembentukan awan hujan yang lebih intensif dalam beberapa waktu kedepan diantaranya kondisi aktifnya Madden Jullian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuator dan gelombang Kelvin di beberapa wilayah Indonesia.
Selain itu, Monsoon Asia yang masih aktif serta bibit siklon tropis, pusat tekanan rendah dan sirkulasi siklonik yang membentuk daerah belokan, pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dapat meningkatkan aktifitas konvektif dan dapat memaksimalkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Fenomena lain yang juga perlu diwaspadai, lanjut Dwikorita Karnawati, adalah Fenomena Bulan Purnama pada tanggal 5 Februari yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum yang berpotensi mengakibatkan terjadinya banjir pesisir (rob).
Baca juga: Cuaca NTT Hari Ini 5 Februari 2023, Peringatan Dini Kembali Dikeluarkan BMKG: Waspada Cuaca Buruk
"Kondisi ini secara umum dapat menganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir. Seperti aktivitas bongkar muat pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat," tuturnya.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk siaga dan waspada menghadapi cuaca ekstrem berupa hujan yang disertai angin kencang.
Menurut Dwikorita Karnawati, Cuaca Esktrem dapat menimbulkan banyak kerugian, baik secara materil dan imateril. Selain itu, Cuaca Ekstrem dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi.
Deputi Meteorologi Guswanto menambahkan, berdasarkan prakiraan berbasis dampak, wilayah Siaga dengan potensi dampak hujan lebat periode tanggal 6 - 7 Februari 2023, yakni:
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.