Kamis, 7 Mei 2026

Berita Manggarai Barat

Wartawan di Labuan Bajo Minta Kapolri Evaluasi Kinerja Kapolres Manggarai Barat

Samsul Risal yang merupakan korban pemukulan oleh Kapolres Manggarai Barat Felli Hermanto menanggapi pemberitaan yang sudah viral

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/BERTO KALU
Perhimpunan Wartawan Manggarai Barat melakukan diskusi menanggapi pernyataan Polres Manggarai Barat terkait kasus pemukulan Kapolres terhadap anggota. Sabtu 28 Januari 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Perhimpunan Wartawan Manggarai Barat ( PWMB ) secara tegas meminta agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengevaluasi kinerja dari Kapolres Manggarai Barat AKBP Felli Hermanto.

Permintaan ini ditenggarai adanya pernyataan dari anggota Polres Manggarai Barat, Bripka Samsul Risal sebagaimana yang diterbitkan media internal Polres Manggarai Barat Tribratanews.com.

Dalam rilis itu, Samsul Risal yang merupakan korban pemukulan oleh Kapolres Manggarai Barat Felli Hermanto menanggapi pemberitaan yang sudah viral. Anehnya Bripka Risal justru menyalahkan media.

Ia menuding media telah melansir berita yang berbeda sehingga merugikan dirinya dan juga institusi Polri. Saat memberikan keterangan kepada media terkait kasus itu, Samsul Risal mengaku dalam keadaan tanpa kesadaran penuh.

Baca juga: Kasus Penganiayaan Kapolres Manggarai Barat Terhadap Anggota Berakhir Damai

Ia menganggap seolah-olah dipermainkan oleh media.

Menanggapi hal itu, Ketua Perhimpunan Wartawan Manggarai Barat ( PWMB ) Marianus Marselus menilai, pemberitaan yang dikeluarkan Polres Manggarai Barat sangat mencederai profesi wartawan baik secara pribadi maupun institusi media.

Perhimpunan Wartawan Manggarai Barat pun membeberkan kronologi pemberitaan dugaan pemukulan oleh Kapolres Manggarai Barat terhadap anggotanya Bripka Samsul Risal.

1. Pada hari Kamis, 26 Januari 2023, Bripka Samsul Risal menghubungi wartawan Fajartimur.com Yoflan Bagang melalui telepon WhatsApp sebanyak tiga kali yaitu pukul 09.17 Wita, 09.18 Wita, dan 09.19 Wita, namun tidak sempat diangkat karena wartawan yang bersangkutan sedang meliput kegiatan di Waterfront City Labuan Bajo.

2. Karena tidak diangkat, Bripka Samsul Risal mengirim rekaman suara WhatsApp yang mengatakan bahwa ia dirawat di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo dan meminta rekan media untuk menemui dirinya.

3. Selesai melakukan liputan, wartawan Fajartimur.com Yoflan Bagang menelpon balik dan menanyakan lokasi Bripka Samsul Risal. Setelah dipastikan korban berada di rumah sakit, wartawan pun menuju ke lokasi tersebut.

Baca juga: Kapolres Manggarai Barat Diduga Aniaya Anggota, Kapolda NTT: Itu Cuma Salah Paham

4. Begitu tiba di rumah sakit, wartawan Fajartimur.com Yoflan Bagang dan wartawan Voxntt.com Sello Jome masuk ke IGD RS Siloam Labuan Bajo. Penjagaan di rumah sakit sangat ketat sehingga tidak bisa semua wartawan masuk ke dalam IGD.

5. Wartawan Voxntt.com Sello Jome menanyakan siapa yang memukul Bripka Samsul Risal. Dia menjawab Kapolres Manggarai Barat AKBP Felli Hermanto yang memukulnya. Wartawan Voxntt.com Sello Jome menanyakan lagi apakah korban ingin memberikan pernyataan kepada media atas peristiwa itu. Pertanyaan itu disampaikan wartawan sebanyak tiga kali. Korban pun menyatakan kesediaannya sebanyak tiga kali itu juga.

6. Wartawan pun mulai mewawancarai korban (Ada bukti rekaman pernyataan).

7. Dalam kondisi terbaring, korban menjelaskan kronologi kejadian pemukulan yang dilakukan oleh Kapolres Manggarai Barat AKBP Felli Hermanto. Dia mengaku dipukul dan ditendang saat melakukan tugas penjagaan di pos penjagaan dan belakangan diketahui karena masalah air. Pemberitaan terkait penjelasan korban telah naik di beberapa media. (Ada tautan berita).

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved