Breaking News:

Berita NTT

Produk UMKM Tanpa 'Privilege' di NTT Susah Didistribusi

masih jarang menemukan pembinaan pelaku UMKM dalam memaksimalkan media sosial untuk pendistribusian atau digitalisasi.

Editor: Rosalina Woso
Produk UMKM Tanpa 'Privilege' di NTT Susah Didistribusi
HO/ANDI ZULKIFLI
MODEL - Model mengenakan baju Del Este

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanpa privilege di Nusa Tenggara Timur (NTT) susah didistribusikan.

Seorang pelaku UMKM, Andi Zulkifli menyampaikan keresahan yang dialami selama menjalani Del Este di NTT pada umumnya dan Kota Kupang khususnya. Dia mengkritisi, sebagai pelaku UMKM sangat sulit mencari pasar bahkan mendistribusikan produk-produknya.

Disampaikannya, program yang harus ditawarkan kepada pelaku UMKM sudah bagus dengan program pemerintah yang memberikan pembinaan namun dalam pendistribusiannya selama ini, ia melihat mayoritas produk UMKM yang didistribusikan hanyalah UMKM-UMKM yang memiliki privilege atau pelaku UMKM memiliki privilege tertentu.

Baca juga: Peringati Hari Bhakti Imigrasi Ke-73, Kanwil Kemenkumham NTT Bagikan Sembako

Selama ini pembinaan bagi UMKM sudah bagus namun sangat tidak merata, apalagi UMKM-UMKM modal minim tanpa privilege link.

Menurutnya pembinaan ini juga bukan masalah bagaimana orang-orang supaya bisa terjun ke dunia usaha dan diajarkan bagaimana packaging supaya kemasannya menarik.

Tetapi lebih dari itu, jangan sampai lupa, bahwa masih jarang menemukan pembinaan pelaku UMKM dalam memaksimalkan media sosial untuk pendistribusian atau digitalisasi.

Dalam dunia bisnis ada namanya Produksi dan konsumsi. Supaya sampai kepada konsumen harus melalui distributor atau marketing yang tepat. Di era 4.0 harus melek akan digital era dan membutuhkan selebgram influencer atau konten kreator.

"Jangan cuma mempercantik packaging-nya tapi bingung distribusinya kemana? atau jangan sampai mendistribusikan buat orang-orang yang punya privilege saja? terus anak-anak kreatifnya bagaimana?,"keluh Andi sapaan akrabnya.

Jangan sampai hanya mendistribusikan produk-produk UMKM bagi yang punya privilege link dan lain sebagainya sementara anak-anak lain yang ingin hidup mandiri dan membanggakan orang tua tidak maju-maju karena tidak memiliki link tersebut.

Baca juga: Peringati Hari Bhakti Imigrasi Ke-73, Kanwil Kemenkumham NTT Bagikan Sembako

Padahal kalau semuanya disupport, seperti diberikan ruang,panggung untuk anak-anak NTT dan akan menunjukkan apa yang dijual.

"Itu yang sekarang ini nggak dilakukan. Bahkan saya tidak merasakan dampak itu. Kalau saya pribadi memang belum pernah dibantu,"lanjutnya.

Bahkan sebagai pelaku UMKM, untuk informasi pembiayaan belum diketahuinya kemudian tidak punya link dan menurutnya, jika memang ada akses pembiayaan agar sosialisasinya terus digenjot. 

"Jangan sampai hanya program saja, ketika dananya cair dan hilang tanpa ada dampak dari tujuan dibuatnya program,"ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved