Berita Rote Ndao
Kades Baadale Rote Target Tahun 2023 Bebas Stunting
Ia menyebutkan, data terkini dari 3 posyandu yang ada di Desa Baadale, terdapat 6 orang balita yang masuk kategori stunting
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
POS-KUPANG.COM, BA'A - Demi melindungi kesehatan balita di desa, Penjabat Kepala Desa Baadale, Mikron Polly menargetkan di tahun 2023 Desa Baadale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao bebas dari stunting.
"Kami mengharapkan pada tahun 2023 ini, Desa Baadale bebas stunting," kata Mikron saat dijumpai POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya pada Selasa, 17 Januari 2023.
Ia menyebutkan, data terkini dari 3 posyandu yang ada di Desa Baadale, terdapat 6 orang balita yang masuk kategori stunting, kurang gizi ada 11 balita dan ibu hamil sebanyak 12 orang.
Baca juga: Kado Spesial Momentum 9 Tahun UU Desa, Kabupaten Rote Ndao Dapat Bantuan 10,9 Miliar
"Dengan data yang dimiliki, kami dapat mendukung program pemerintah, baik pemerintah desa maupun memberikan informasi kepada pemerintah kabupaten," ungkap Mikron.
Hal ini, menurutnya, seiring dengan program pemerintah dengan label Kakak Angkat Adik Asuh, serta Inovasi Mama Bo'i yang dipelopori oleh Pemkab Rote Ndao guna menekan angka stunting dan mengeliminasi kematian ibu dan anak.
"Kami akan secara intens memberikan sentuhan-setuhan kepada balita yang ada di desa serta ibu hamil," imbu dia.
Orang terdepan di Desa Baadale ini juga menyebutkan, kemarin Senin, 16 Januari 2023, pihaknya turun langsung ke Posyandu Kejora 1 dan terdata sebanyak 32 orang yang mengikuti posyandu.
"Kehadiran kami di posyandu, guna memastikan keadaan masyarakat terlebih khusus anak-anak, untuk ditimbang dan sebagainya agar mengetahui tumbuh kembang mereka," cetus Mikron.
Baca juga: Semarak 9 Tahun UU Desa, Mendes PDTT Tiba di Rote dan Kenakan Topi Kebanggan Orang Rote
Selain itu, masih kata dia, pihaknya hadir di posyandu, agar mendapatkan data terkait perkembangan stunting di desa, anak dengan kondisi kurang gizi dan jumlah ibu hamil di desa.
"Bagi yang tidak hadir, kami siapkan anggota Linmas untuk langsung swiping bersama kader ke rumah mereka," tandasnya.
"Kalaupun mereka tidak ada di rumah, kami berusaha memfasilitasi agar mereka bisa dijemput ke tempat Posyandu, sehingga anak-anak bisa terlayani kesehatannya," sambungnya.
Dikatakannya, Desa Baadale memiliki 3 posyandu, Posyandu Kejora 1, Kejora 2 dan Kejora 3.
"Kami akas terus berusaha memfasilitasi, melakukan pendekatan-pendekatan, terutama ibu hamil yang beresiko tinggi dengan cara-cara atau program-program yang dimiliki di Desa Baadale," tutup Mikron. (Rio)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.