Selasa, 5 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 29 Desember 2022, Kasih dan Terang Sejati

Renungan Harian Katolik berikut diambil dari Dei Verbum Inspirasi Hidup dengan judul Kasih dan Terang Sejati.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/KOMISI KOMSOS K. PADANG
Ilustrasi bayi Yesus disambut Simeon di Bait Allah. Ia menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya, “Sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi pernyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.” 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut diambil dari Dei Verbum Inspirasi Hidup dengan judul Kasih dan Terang Sejati.

Pihak Dei Verbum Inspirasi Hidup menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk bacaan pertama dari Surat Pertama Yohanes 2:3-11; dan bacaan Injil Lukas 2:22-35.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Kamis 29 Desember 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

"Barangsiapa berkata bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudarinya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang ... dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi karena kegelapan itu telah membutakan matanya: (1Yohanes 2:9-11).

Kata-kata khas Yohanes adalah kasih dan terang. Hasil dari terang adalah mengasihi, sedangkan yang suka kegelapan akan membenci sesamanya. Kebencian selalu menggelapkan hati dan menutup mata terhadap kebaikan yang ada pada orang lain. Sebaliknya, kasih selalu menghargai dan menerima sesama apa adanya.

Natal adalah saat di mana Terang Sejati datang ke dalam dunia untuk menerangi kegelapan hati kita oleh dosa. Yang mencintai Terang pasti akan diteguhkan.

Kiranya yang hidup dalam kegelapan dan tidak tahu arah hidupnya, menerima Terang ini supaya ia bisa dituntun kepada kebenaran.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 29 Desember 2022, Tuhan Memanggil Kita Setiap Waktu

Dalam Injil, Simeon menerima Yesus di Bait Allah dan memuji Tuhan karena Terang bagi bangsa-bangsa sudah mendatangi dunia.

Di tengah kegalauan hidup kita, mari kita datang kepada Tuhan, agar hati kita bisa diterangi-Nya sehingga kita bisa menemukan jalan keluar yang baik bagi hidup kita. Semoga kasih dan terang itu hidup dalam hati kita.

Teks Lengkap Bacaan Kamis 29 Desember 2022

BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Kamis 29 Desember 2022.
BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Kamis 29 Desember 2022. (Tokopedia)

 

Bacaan Pertama:1 Yohanes 2:3-11

"Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang."

Saudara-saudara terkasih, inilah tandanya bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.

Barangsiapa berkata “Aku mengenal Allah”, tetapi tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan tidak ada kebenaran di dalam dia.

Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu kasih Allah sungguh sudah sempurna; dengan itulah kita ketahui bahwa kita ada di dalam Allah.

Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Allah, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Saudara-saudara terkasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar.

Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu; perintah ini telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang melenyap dan terang yang benar telah bercahaya.

Barangsiapa berkata bahwa ia berada di dalam terang, tetapi membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang.

Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.

Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi karena kegelapan itu telah membutakan matanya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 96:1-2a.2b-3.5b-6

Refr. Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai dihadapan wajah Tuhan, kar'na Ia sudah datang.

1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya!.

2. Kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya, ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.

3. Tuhanlah yang menjadikan langit, keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan hormat ada di tempat kudus-Nya.

Bait Pengantar Injil: Lukas 2:32

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.

Kristuslah cahaya yang menerangi para bangsa. Dialah kemuliaan bagi umat Allah.

Bacaan Injil Lukas 2:22-35

"Kristus cahaya para bangsa."

Inilah Injil suci menurut Lukas:

Ketika genap waktu pentahiran menurut hukum Taurat, Maria dan Yusuf membawa kanak-kanak Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkan Dia kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan, “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah.”

Juga mereka datang untuk mempersembahkan kurban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh hidupnya, yang menantikan penghiburan bagi Israel.

Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.

Atas dorongan Roh Kudus, Simeon datang ke Bait Allah. Ketika kanak-kanak Yesus dibawa masuk oleh orangtua-Nya untuk melakukan apa yang ditentukan hukum Taurat, Simeon menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya, “Sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi pernyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”

Yusuf dan Maria amat heran akan segala sesuatu yang dikatakan tentang Kanak Yesus.

Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, ”Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik lainnya

Ikuti berita Pos-Kupang.com di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved