Cuaca Ekstrem
Dampak Cuaca Ekstrem, ASDP Kupang Hentikan Pelayaran Kapal Feri pada Semua Lintasan di NTT
Dampak Cuaca Ekstrem, ASDP Kupang hentikan pelayaran Kapal Feri pada semua lintasan NTT kecuali lintasan Kupang-Hansisi
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema
POS-KUPANG.COM, KUPANG - PT ASDP Kupang menghentikan Pelayaran Kapal Feri ke Semua Lintasan di NTT kecuali Lintasan Kupang-Hansisi. Kebijakan tersebut sebagai Dampak Cuaca Buruk yang melanda NTT beberapa waktu terakhir.
Total ada 53 Lintasan Pelayaran yang dihentikan ASDp Kupang sejak Selasa 27 Desember 2022 menyusul gelombang tinggi hingga 6 Meter di Perairan NTT.
"Beberapa kapal yang ada di Pelabuhan Bolok saya pastikan tidak beroperasi karena memang cuacanya tidak baik untuk pelayaran,"ungkap General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang atau ASDp Kupang, Syamsudin pada Selasa, 27 Desember 2022.
Beberapa lintasan Pelayaran Kapal Feri yang ditutup terutama antara lain, lintasan Rote, Sabu, Lewoleba, Larantuka, Alor, Aimere dan Waingapu karena lintasan ini memotong langsung dan jarak cukup jauh.
Baca juga: Cuaca NTT Hari Ini, BMKG Imbau 16 Daerah di NTT Waspada Hujan Sedang-Lebat Disertai Petir Hari Ini
Menurut Syamsudin, Lintasan laut Sawu cukup berisiko jika harus berlayar dalam kondisi gelombang tinggi atau Cuaca Ekstrem.
''Hanya Kupang-Hansisi yang cukup dekat kami layani. Itu pun tetap kami perhatikan faktor-faktor keselamatan,"terangnya.
Ia juga memohon maaf apabila penutupan pelayaran ini menyebabkan pergerakan masyarakat terbatas tetapi dengan pertimbangan keselamatan pihaknya harus melakukan sebagai keputusan terbaik.
Kepada masyarakat diimbau untuk tetap memantau informasi BMKG dan aplikasi-aplikasi lain dan tetap berkomunikasi dengan pihak ASDP.
Baca juga: BMKG:Waspada! Bibit Siklon Tropis 95W di Samudera Pasifik Picu Cuaca Ekstrem di NTT Sepekan Kedepan
Korsatpel Pelabuhan Bolok, BPTD wilayah Xlll, Oktovianus Nono, mengimbau Petugas dan operator agar melihat kondisi cuaca yang trennya semakin naik sampai periode 5 Januari 2023 dan tetap berkoordinasi dengan pihak operator.
"Saya tentunya mengimbau untuk mengutamakan keselamatan dan keamanan. Jika tidak bisa cari perlindungan atau putar balik," ungkap Okto.
Karena alam tidak bisa diprediksi dan trennya terus naik, ia mengimbau kepada masyarakat agar memperhatikan cuaca. (dhe)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS