KKB Papua
KKB Papua - Klaim Pasukan KKB Duduki Maybrat Hanya Isapan Jempol, Kapolda: Saya Jamin Rakyat Aman
Kabar mengejutkan melalui video viral tentang Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB Papua hingga kini masih menjadi bahan pergunjingan publik
POS-KUPANG.COM – Kabar mengejutkan melalui video viral tentang Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB Papua hingga kini masih menjadi bahan pergunjingan publik.
Apalagi kabar itu menyebutkan bahwa kelompok separatis tersebut telah menguasai Distrik Kumerkek, Kabupaten Maybrat di Papua Barat Daya.
Kabar itu cukup menyedot perhatian publik, karena dalam gambar terlihat sejumlah anggota KKB berada di wilayah yang diklaim sebagai daerah yang kini diduduki Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB.
Namun, potongan video yang memperlihatkan anggota pasukan TPNPB berada di Distrik Kumerkek itu tak sesuai fakta.
Baca juga: KKB Papua – Gerilyawan di Papua Klaim Duduki Maybrat, Kapolda Papua Barat: Itu Hoax
Pasalnya, sejak video itu diviralkan sampai dengan saat ini, tak satu anggota KKB pun yang beada di lokasi yang diviralkan tersebut.
Bahwa benar lokasi yang diviralkan melalui video tersebut, ada di wilayah Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Bahwa benar ‘pasukan’ seperti dalam video itu, adalah anggota TPNPB.

Akan tetapi, fakta lapangan memperlhatkan hal yang sangat kontras. Tak satu anggota KKB pun tampak di wilayah tersebut.
Bahkan di area hutan sekali pun, tak ada anggota KKB Papua yang digembar-gemborkan berada di tempat itu dan menguasai wilayah Maybrat.
Atas fakta itulah sehingga, Kabid Humas Polda Papua Barat melalui Kapolres Maybrat, AKBP Gleen Molle. angkat bicara.
Gleen Bolle mengatakan, situasi keamanan di wilayah Distrik Kumerkek hingga saat ini masih kondusif dan terkendali. Tak ada aksi apa pun yang dilakukan kelompok pengacau tersebut.
"Situasi di Ibukota Maybrat dalam kondisi aman terkendali, tidak seperti apa yang dibilang Arnoldus Yancen Kocu," ujar Gleen sebagaimana dilansir dari laman TribunPapuaBarat.com, Senin 26 Desember 2022.
Hingga kini, situasi masyarakat di ibu kota Maybrat, Papua Barat Daya pun masih berjalan normal seperti biasanya.
"Tidak ada ceritanya Arnoldus Kocu menguasai Ibukota Maybrat dan itu hanya hoax," tegasnya.
Hanya saja, Gleen mengaku hingga kini pihaknya belum mengetahui terkait pengambilan video di Ibukota Maybrat.
"Kami sudah mengecek lokasi pengambilan video dan memang di daerah Kumerkek, namun itu bagian belakang," ungkapnya.
Baca juga: KKB Papua - Kapolda Ingatkan: Pengamanan Internal Gereja Perlu, Kalau Ada Orang Baru, Waspadai
Begini Kronologi TPNPB Itu
Sebelumnya, sejumlah gerilyawan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB Kodap IV Sorong Raya mengklaim telah menduduki Distrik Kumerkek, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunPapuaBarat.com, kejadian itu mencuat melalui video berdurasi 3.24 menit, Minggu 25 Desember 2022.
Dalam video itu Komandan Operasi TPNPB Kodap IV Sorong Raya Arnoldus Yancen Kocu mengaku telah menguasai Kumerkek.
"Kami sudah masuk di Kumerkek Ibukota Kabupaten Maybrat, kami siap perang," ujar Arnoldus, Minggu malam.
Tak hanya itu, Arnoldus menyatakan diri siap menolak agenda kemanusiaan yang dilakukan oleh Komnas HAM di Maybrat.
"Ketika mereka turun maka kami siap tembak mati," tegasnya.
Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan bahwa situasi Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, masih dalam situasi aman dan kondusif.
Hal itu disampaikan Daniel menanggapi klaim Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB Kodap IV Sorong Raya yang mengaku telah menduduki ibu kota Maybrat, Distrik Kumurkek.
"Semua wilayah di Maybrat termasuk Kisor dan kampung lainnya, sudah dalam kondisi aman," ujar Daniel, kepada TribunPapuaBarat.com, Senin 26 Desember 2022.
Baca juga: KKB Papua - Selama 2022, Puluhan Nyawa Direnggut KKB Papua, 12 dari TNI Polri, Sisanya Warga Sipil
Daniel siap menjamin keamanan di Maybrat bersama dengan Pangdam XVIII/Kasuari.
"Saya dan Pangdam siap menjamin keamanan di sana, dan tidak ada yang lain," tegasnya.
Daniel menduga, TPNPB Kodap IV Sorong Raya yang dikomandoi Arnoldus Yancen Kocu hanya turun ke kota untuk mengambil gambar sejenak.
"Kemungkinan mereka hanya turun untuk ambil gambar itu," katanya.
Ia juga berjanji akan memburu para gerilyawan TPNPB yang yang sering berulah, termasuk mereka yang menjadi buronan kasus pembantaian anggota TNI.
"Saya akan kejar dan tangkap mereka (TPNPB) karena semua itu adalah pelaku kejahatan," tegas Daniel.
Sebelumnya, sejumlah gerilyawan TPNPB Kodap IV Sorong Raya mengklaim telah menduduki Distrik Kumerkek, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunPapuaBarat.com, kejadian itu mencuat melalui video berdurasi 3.24 menit, Minggu 25 Desember 2022.
Dalam video itu Komandan Operasi TPNPB Kodap IV Sorong Raya Arnoldus Yancen Kocu mengaku telah menguasai Kumerkek.
Baca juga: KKB Papua - Jenderal Andika Perkasa Wariskan Senjata Baru ke Yudo Margono untuk Tindak KKB Papua
"Kami sudah masuk di Kumerkek Ibukota Kabupaten Maybrat, kami siap perang," ujar Arnoldus, Minggu malam.
Tak hanya itu, Arnoldus menyatakan diri siap menolak agenda kemanusiaan yang dilakukan oleh Komnas HAM di Maybrat.
"Ketika mereka turun maka kami siap tembak mati," tegasnya. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS