Cuaca Ekstrem
Cuaca Ekstrem Landa NTT, Gubernur Viktor Laiskodat Himbau Masyarakat Tetap Waspada
Viktor Bungtilu Laiskodat, mengimbau masyarakat NTT untuk tetap waspada bencana alam pada musim penghujan ini.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, mengimbau masyarakat NTT untuk tetap waspada bencana alam pada musim penghujan ini.
"Kita harus tetap waspada mengingat peringatan dari BMKG akan potensi banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, jalanan licin dan sambaran petir karena cuaca ekstrem di NTT beberapa hari ini. Tuhan menjaga dan melindungi kita semua," ujar Gubernur Viktor dalam akun Facebooknya yaitu Viktor Bungtilu Laiskodat yang diunggah Selasa, 27 Desember 2022.
Gubernur Viktor juga menuliskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Kupang sampai dengan hari ini terus bahu-membahu menyalurkan bantuan dan memastikan korban banjir di Kabupaten Kupang sudah berada di lokasi yang aman.
Baca juga: 2.095 Warga NTT Terdampak Akibat Banjir 24 Hingga 25 Desember 2022
Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 2.095 jiwa terdampak akibat banjir yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur pada 24-25 Desember 2022.
Total tersebut berdasarkan data dari 2 kabupaten yaitu, Kabupaten Kupang dan Kabupaten Sikka. Sementara Kabupaten Manggarai 25 meter ruas jalan di Desa Umung tertimbun longsor.
"Jadi total ada 2.905 jiwa yang terdampak, 36 jiwa mengungsi, 2.270 dievakuasi, 2 titik ruas jalan rusak, 3 unit jembatan rusak, 692 terdampak (9 rusak berat), fasilitas umum 1 unit rusak berat dan 18 unit terdampak," ujar Ambrosius Kodo S.Sos, MM, selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT kepada POS-KUPANG.COM. Selasa, 27 Desember 2022.
Ia merincikan di Kabupaten Sikka, Desa Semparong ada 1.193 jiwa terdampak, 317 rumah terendam, 1 musolah terendam, 1 sekolah paud terendam, 1 pos linmas terendam, 1 posyandu terendam, 1 pustu terendam, 1 kantor desa terendam dan 30 meter turap penahan gelombang rusak.
Sementara di Kabupaten Kupang terjadi di Desa Oebelo, Bipolo, Takari, Benu, Pariti, Bioba.
"Ada 1.712 jiwa terdampak (77 balita, 4 disabilitas) 1.077 jiwa dievakuasi, 36 jiwa mengungsi, 375 rumah terendam, 3 jembatan rusak, 9 rumah rusak berat, 11 fasilitas umum terdampak, 1 jalan rusak," ujarnya. (Cr23)
BACA BERITA TERBARU POS-KUPANG.COM DI GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Gubernur-NTT-Viktor-B-Laiskodat-saat-memberikan-sambutan.jpg)