Minggu, 26 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 27 Desember 2022, Melihat dan Percaya

Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Melihat dan Percaya.

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RENUNGAN - Bruder Pio Hayon SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Selasa 27 Desember 2022 dengan judul Melihat dan Percaya. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Melihat dan Percaya.

Bruder Pio Hayon menulis Renungan Harian Katolik ini merujuk bacaan pertama dari 1 Yohanes 1: 1-4; dan bacaan Injil Yohanes 20: 2-8.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Selasa 27 Desember 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

Ibu Bapak, saudari/a terkasih dalam Kristus

Pada hari kedua sesudah Natal, sekali lagi Gereja merayakan Pesta St. Yohanes Rasul yang menjadi saksi dan penulis Injil tentang Firman yang Hidup di tengah-tengah mereka.

St. Yohanes Rasul disebutkan sebagai murid yang dikasihi Yesus dan yang termuda di antara para rasul. Yohanes Rasul dalam semua tulisannya memberikan inspirasi tentang Firman yang menjadi manusia itu.

Firman yang adalah Allah itu dan Firman itu telah menjadi manusia dan dia bersama teman-teman rasul lainnya adalah saksi hidup tentang Firman yang menjadi Manusia itu.

Dalam Suratnya yang pertama Yohanes menegaskan hal ini secara gamblang, “Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar dan kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan, dan kami raba dengan tangan kami, yakni Firman Hidup, itulah yang kami tuliskan kepada kamu.”

Yohanes menuliskan ini sebagai bentuk kesaksiannya, “Apa yang telah kami lihat dan kami dengar itu, kami beritakan kepadamu juga.”

Proses yang dialami oleh para rasul itu menjadi sebuah bentuk perjalanan iman mereka kepada Kristus yang lahir ke tengah dunia dan tinggal bersama-sama dengan mereka. Iman itu ditunjukkan secara nyata dan praktis, ketika mereka harus mengalami duka mendalam karena “Firman Yang Hidup” itu mati di salib dan dikuburkan.

Namun oleh kuasa Allah, Yesus dibangkitkan. Dan iman akan kebangkitan Tuhan itu terbaca lewat cara dia bereaksi terhadap kubur yang kosong itu, “Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai ke kubur itu, dan ia melihatnya dan percaya.”

Tindakan melihat bukan sekadar melihat, namun melihat dengan mata iman bahwa sesungguhnya Tuhan telah bangkit. Ada keraguan tapi akhirnya dia lebih dahulu percaya akan kebangkitan Tuhan.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus.

Kisah Injil hari ini, tentang kebangkitan Tuhan padahal kita masih merayakan pesta kelahiran Tuhan. Sepertinya ada satu kontradiksi dari bacaan yang kita dengar dan apa yang sedang kita rayakan dalam masa ini.

Sebenarnya bacaan hari ini diambil dari perayaan peringatan St. Yohanes Rasul yang kita rayakan pada hari ini di masa Natal. Itu menjadi
dasar dari pemilihan bacaan pada hari ini.

Namun yang pasti, kita bicara tentang tokoh sentral yang sama yaitu Firman yang telah menjadi manusia itu.

Dalam konteks ini, pernyataan ini keluar dari tulisan St. Yohanes Rasul sendiri.

Dia menulis Injil dan surat-suratnya dengan sedikit berbeda, baik dalam bentuk tulisan maupun penggunaan alur ceritanya, termasuk sastra yang dia pakai.

Yang terpenting di sini adalah Yohanes memberitakan tentang Firman Hidup yang ada bersama-sama dengan mereka. Hidup dan tinggal bersama-sama dengan firman yang hidup itu. Itulah yang mereka wartakan dan memberikan kesaksian.

Dan pola inilah yang harus diteruskan sebagai sebuah “habitus” untuk generasi kita sekarang. Kita memang tidak pernah tinggal dan hidup bersama dengan Yesus saat masih hidup.

Para rasul menjadi saksi utama. Dan itu sebuah kebenaran yang tak bisa disangkal.

Nah untuk kita pada zaman sesudahnya sampai detik ini, kita mengenal Yesus lewat pewartaan para nabi, para rasul yang menuliskan untuk kita.

Namun ada satu proses yang perlu adalah bahwa mereka menulis dan mewartakan apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan selama bersama-sama dengan Yesus.

“Tinggal dan Hidup” bersama-sama dengan Yesus adalah cara terbaik untuk kita. Maka bagi kita di zaman ini, sebelum kita mewartakan atau memberi kesaksian tentang Yesus, kita seharusnya “tinggal dan hidup” bersama-sama dengan Yesus terlebih dahulu.

Artinya, mengakrabkan diri kita dengan Yesus lewat begitu banyak tulisan tentang Dia dari Kitab Suci dan terlebih lagi membangun relasi yang intens dengan Dia lewat doa-doa pribadi kita dengan Dia.

Itulah cara satu-satunya yang bisa kita lakukan karena Yesus sudah lahir dan tinggal di tengah-tengah kita.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus.

Yang bisa kita pelajari hari ini adalah pertama: Yesus yang adalah Firman yang telah menjadi manusia itu benar-benar hidup dan tinggal bersama dengan manusia.

Kedua, semua kita yang telah percaya kepada Yesus tidak dengan melihat, namun kita melihat dengan mata iman akan Dia yang telah menjadi manusia itu.

Ketiga, kita semua adalah saksiNya dan untuk itu kita butuh “hidup dan tinggal” bersama dengan Dia sebelum bersaksi tentang Dia.

Teks Lengkap Bacaan Selasa 27 Desember 2022

BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Selasa 27 Desember 2022.
BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Selasa 27 Desember 2022. (Tokopedia)


Bacaan Pertama: 1 Yohanes 1:1-4

"Apa yang telah kami lihat dan kami dengar, itulah yang kami tuliskan kepada kamu."

Bacaan dari Surat Pertama Yohanes:

Saudara-saudara terkasih, apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar dan kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan, dan kami raba dengan tangan kami; yakni firman hidup, itulah yang kami tuliskan kepada kamu.

Hidup telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya! Dan sekarang kami bersaksi serta memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa, dan yang telah dinyatakan kepada kami.

Apa yang telah kami lihat dan kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, yakni Yesus Kristus. Semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 97:1-2.5-6.11-12

Refr. Segala bangsa bertepuk tanganlah berpekiklah untuk Allah raja semesta.

1. Tuhan adalah Raja, biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita. Awan dan kekelaman ada di sekeliling-Nya, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.

2. Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan, di hadapan Tuhan semesta alam. Langit memberitakan keadilan-Nya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.

3. Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. Bersukacitalah karena Tuhan, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.

Bait Pengantar Injil

Refr. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya.

Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan, kepada-Mu paduan para rasul bersyukur.

Bacaan Injil: Yohanes 20:2-8

"Murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur."

Inilah Injil suci menurut Yohanes:

Pada hari Minggu Paskah, setelah mendapati makam Yesus kosong, Maria Magdalena berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus. Ia berkata kepada mereka, "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya, dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."

Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus, sehingga ia lebih dahulu sampai di kubur.

Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka tibalah Simon menyusul dia, dan masuk ke dalam kubur itu.

Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain, dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu; ia melihatnya dan percaya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik lainnya

Ikuti berita Pos-Kupang.com di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved