Rabu, 22 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 25 Desember 2022, Selamat Hari Raya Natal 

Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Selamat Hari Raya Natal.

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RENUNGAN - RP. Markus Tulu SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Minggu 25 Desember 2022 dengan judul Selamat Hari Raya Natal. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. Markus Tulu SVD dengan judul Selamat Hari Raya Natal.

RP. Markus Tulu menulis Renungan Harian Katolik ini merujuk bacaan pertama dari Kitab Yesaya 52: 7-10; bacaan kedua Ibrani 1: 1-6; dan bacaan Injil Yohanes 1: 1-18.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Hari Raya Natal Minggu 25 Desember 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

Selamat Hari Raya Natal bagi kita sekalian. Natal yang sebenarnya adalah kelahiran Yesus, Sang Imanuel: Allah yang menyertai kita mengandung pesan "kehadiran nyata solidaritas Allah" terhadap umat manusia.

Allah yang besar, Allah yang tinggi dan Allah yang jauh itu telah rela turun dan menjadi kecil serta menjadi begitu dekat dengan umat-Nya, menjadi sama dengan manusia kecuali dalam hal dosa dan menjadi senasib dengan manusia.

Ia rela menanggung derita dan mau merasakan dan mengalami sebagaimana manusia sengsara alami dalam hidup.

Itulah Allah yang kita sembah. Allah yang agung, luhur dan mulia. Tapi Allah yang mau membarui bumi lama yang ditandai dosa dan kegelapan. Allah yang mau menebus umat-Nya dan Allah yang mau membangunkan kembali Yerusalem yang telah runtuh dan hancur berantakan.

Itulah sebenarnya pesan Natal bagi kita. Yakni tanda solidaritas Allah terhadap kita umat'-Nya.

Di sini hadir nyata cinta Allah yang merangkul kembali manusia sehingga melahirkan damai di surga dan damai di bumi.

Baca juga: Link Live Streaming Misa Natal 2022 di Gereja-gereja Keuskupan Agung Samarinda dan Teks Misa

Oleh hadirnya cinta Allah itulah, maka umat manusia diajak untuk bersorak-sorai dan bergembira karena melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.

Bergembiralah dan bersorak-sorailah bersama-sama hai reruntuhan Yerusalem karena Allah Penebus dan juru selamat dunia kini telah datang.

Allah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yaitu Yesus Raja Damai. Dialah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah.

Dialah yang menopang segala yang ada dengan Sabda-Nya yang penuh kekuasaan. Dialah Allah yang mengubah dan mengangkat kembali martabat kemanusiaan kita umat-Nya yang telah menjadi ternoda dan terhina oleh peri hidup kita yang tersesat.

Dialah cahaya yang bersinar di dalam kegelapan tapi kegelapan itu tidak dapat menguasai-Nya. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah cahaya manusia.

Baca juga: Kata-kata Ucapan Natal untuk Dibagikan ke Teman , Sahabat dan Keluarga di Media Sosial

Dialah Firman yang telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Pertanyaan untuk kita renungkan dan menjadi tekad suci dalam hidup kemuridan kita adalah "Apakah kita memiliki mata batin yang bersinar sehingga kita bisa mengenal Dia sebagai Allah yang mendatangi kita?Apakah kita memiliki hati yang peka sehingga kita mau menerima Dia?"

Jika ternyata demikian hidup kita, "itulah sebenarnya kado Natal terindah untuk kita bisa mengubah hidup yang semakin berkenan."

Selamat Pesta Natal, 25 Desember 2022. 

Teks Lengkap Bacaan Hari Raya Natal Minggu 25 Desember 2022

BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Minggu 25 Desember 2022.
BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Minggu 25 Desember 2022. (Tokopedia)

1. Misa Fajar

Bacaan Pertama: Yesaya 62:11-12

"Katakanlah kepada putri Sion: Sesungguhnya, keselamatanmu datang."

Bacaan dari Kitab Yesaya:

Inilah yang telah diperdengarkan Tuhan sampai ke ujung bumi: Katakanlah kepada putri Sion: Lihat, Penyelamatmu datang! Mereka yang dikumpulkan dengan jerih payah-Nya ada bersama-sama dengan Dia, dan mereka yang dihimpun-Nya berjalan di hadapan-Nya. Orang akan menyebut mereka: "Bangsa-Kudus", Orang-orang Tebusan-Tuhan"; dan engkau akan disebut: "Yang-Dicari", "Kota-Yang-Tidak-Ditinggalkan".

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 97:1.6.11-12

Refr. Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai di hadapan wajah Tuhan, kar'na Ia sudah datang.

1. Tuhan adalah Raja, biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Langit memberikan keadilannya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.

2. Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. Bersukacitalah karena Tuhan, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.

Bacaan Kedua: Titus 3:4-7

"Oleh kasih karunia-Nya, kita berhak menerima hidup yang kekal"

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus:

Saudaraku terkasih, ketika kerahiman dan kasih Allah serta Juruselamat kita telah nyata kepada manusia, kita diselamatkan oleh Allah.

Hal itu terjadi bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, melainkan karena rahmat-Nya berkat permandian kelahiran kembali dan berkat pembaharuan yang dikerjakan Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita lantaran Yesus Kristus, Juruselamat kita.

Dengan demikian kita sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya berhak menerima hidup yang kekal sesuai dengan pengharapan kita.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Syukur Kepada Allah.

Bait Pengantar Injil Lukas 2:14

Refr. Alleluya, alleluya.

Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi, dan damai sejahtera di bumi bagi orang yang berkenan kepada-Nya.

Bacaan Injil: Lukas 2:15-20

"Segala sesuatu yang mereka dengar dan lihat semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka."

Inilah Injil suci menurut Lukas:

Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke surga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain, "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."

Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yosef dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.

Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.

Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.

Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.

Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Terpujilah Kristus.

2. Misa Siang

Bacaan Pertama: Yesaya 52:7-10

"Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab Tuhan telah menghibur umatnya."

Bacaan dari Kitab Yesaya:

O betapa indah kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan bentara yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik; yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion, "Allahmu meraja!"

Dengarlah suara orang-orang yang mengawal engkau: Mereka bersorak-sorai serempak. Sebab dengan mata kepala sendiri mereka melihat bagaimana Tuhan kembali ke Sion.

Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem!

Sebab Tuhan telah menghibur umat-Nya. Ia telah menebus Yerusalem.

Tuhan telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 98:1.2-3b.3c-4.5-6

Refr. Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai dihadapan wajah Tuhan, kar'na Ia sudah datang.

1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.

2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya, Ia telah menyatakan keadilan-Nya di antara para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.

3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah.

4. Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan.

Bacaan Kedua Ibrani 1:1-6

"Allah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya."

Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani:

Saudara-saudara, pada zaman dahulu Allah berulangkali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan para nabi.

Tetapi pada zaman akhir ini Allah telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya. Anak-Nya itulah yang ditetapkan-Nya sebagai yang berhak menerima segala yang ada.

Oleh Dialah Allah menjadikan alam semesta.

Dialah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah. Dialah yang menopang segala yang ada dengan sabda-Nya yang penuh kekuasaan.

Dan setelah berhasil mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar di tempat yang tinggi.

Ia jauh lebih tinggi daripada malaikat-malaikat sebagimana nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah daripada nama mereka.

Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu Allah pernah berkata, "Anak-Kulah Engkau! Pada hari ini Engkau telah Kuperanakkan" Atau pun: "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia menjadi Anak-Ku". Lagipula, ketika mengantar Anak-Nya yang sulung ke dunia, Allah berkata, "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia."

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Syukur Kepada Allah.

Bait Pengantar Injil

Refr. Alleluya, alleluya.

Hari ini cahaya gemilang turun ke dunia, dan fajar suci menyinari kita; marilah menyembah Tuhan, hai semua bangsa.

Bacaan Injil: Yohanes 1:1-18

"Firman telah menjadi manusia."

Inilah Injil suci menurut Yohanes:

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.

Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.

Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.

Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.

Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya, "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku."

Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.

Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U: Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik lainnya

Ikuti berita Pos-Kupang.com di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved