Berita Flores Timur
Antrean Kendaraan di SPBU Larantuka, Kabag Ekonomi Setda Flores Timur Pastikan BBM Lancar
Antrean kendaraan mengisi BBM terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU 01 Larantuka, Kabupaten Flores Timur.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kebelen
POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Antrean kendaraan mengisi BBM terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU 01 Larantuka, Kabupaten Flores Timur.
Puluhan kendaraan roda dua maupun roda empat mengular dari dalam halaman SPBU sampai di ruas jalan.
Pemilik kendaraan rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM subsidi jenis pertalite.
Mereka jarang mengisi tangki kendaraan dengan Pertamax lantaran harganya lebih mahal.
"Rp 10 ribu per liter saja sudah mahal apa lagi kalau isi Pertamax," ujar Aloysius sambil mendorong sepeda motor Supra X 125 miliknya, Jumat 23 Desember 2022 siang.
Antrean itu menimbulkan kemacetan kerena kendaraan parkir memakan badan jalan sehingga semakin sempit. Kendaraan roda empat didominasi mobil angkutan kota menghalangi usaha kios sekitar SPBU 01.
Kepala Bagian Ekonomi Setda Flores Timur, Julian Mitak mengatakan antrean selalu terjadi lantaran Kota Larantuka hanya punya satu SPBU, sementara jumlah konsumen sangat banyak.
Baca juga: Pelanggan PLN di Flores Timur Keluhkan Listrik Tidak Stabil
Baca juga: Dinas Kesehatan Flores Timur Akui Ada 11.276 Vial Vaksin Moderna Kedaluwarsa
Menurutnya, SPBU Lamawalang di arah barat dan SPBU Weri bagian timur kota letaknya cukup jauh sehingga warga Kota Larantuka lebih memilih mengisi BBM kendaraan di SPBU 01.
"Aktivitas dan mobilitas massa itu adanya di kota, dan hanya satu-satunya. Kalau SPBU di Lamawalang dan Weri jauh," ujarnya kepada wartawan di ruangan kerjanya.
Ia mengatakan, salah satu pemicu antrian disebabkan pendropingan mobil tangki di SPBU yang kadang terlambat, sementara mobilitas kendaraan saat pagi hari sangat tinggi.
Selanjutnya, perilaku sopir angkutan kota yang tidak sempat mengisi BBM karena mengejar penumpang. Mereka justru mengantri selepas mengantar penumpang sehingga mengakibatkan penumpukan kendaraan.
"Sopir angkot tidak isi pada saat kosong. Mereka kejar penumpang dulu sehingga pada saat penumpang sepi baru mereka masuk sehingga antrian panjang," jelasnya.
Meski begitu, stok BBM jenis Pertalite dipastikan aman dan mampu memenuhi kebutuhan semua konsumen di Larantuka. Setiap hari armada pengakut BBM dari Maumere memuat 16 ton minyak.
"Satu hari 16 ton mampu melayani seluruh aktivitas yang ada di Kota Larantuka. Saya minta supaya kuota BBM dinaikan jadi 24 ton," katanya. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS