Pilpres 2024
Anies Baswedan Belum Dapat Tiket ke Pilpres 2024: Kalau Elektabilitasnya Naik, Itu Euforia Sesaat
Anies Baswedan hingga kini belum mendapat tiket utuh ke Pilpres 2024 mendatang. Ini terjadi karena Demokrat dan PKS belum dukung Koalisi Perubahan.
Momentum deklarasi pencapresan Anies dinilai tepat karena berdekatan dengan lengsernya dia dari kursi Gubernur DKI Jakarta.
"Memang elektabilitas Anies naik. Itu kan efek deklarasi. Momentum Anies ini kan desainnya luar biasa, sebulan sebelum lengser kan momentumnya mengarah ke Anies," kata Adi kepada Kompas.com, Jumat 16 Desember 2022.
Namun demikian, Adi menduga, naiknya elektabilitas Anies merupakan euforia sesaat.
Kini, publik mulai bosan dengan sosok mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu.
Sebabnya, narasi yang disampaikan Anies dalam setiap safari politiknya itu-itu saja. Anies juga tak melakukan manuver politik apa pun.
Sebagai figur yang lekat dengan citra oposisi, Anies hampir tidak pernah menentang atau mengkritisi kebijakan Presiden Joko Widodo secara terbuka.
Padahal, basis massa Anies datang dari kalangan yang kontra terhadap Jokowi.
Baca juga: Anies Baswedan Diramalkan Bakal Gagal ke Pilpres 2024, Nasib Koalisi Perubahan Terancam Bubar
Anies Menang di Banten
Jajak pendapat Poltracking Indonesia menunjukkan elektabilitas capres di Jakarta dan Banten dikuasai Anies Baswedan.
Kemudian di Jawa Barat, Anies relatif kompetitif, hanya terpaut 6 persen dengan Prabowo Subianto.
Di Jawa Timur Ganjar Pranowo terpaut 11 persen dengan Prabowo Subianto.
Sementara di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sangat signifikan perolehan elektbilitasnya, terpaut 60 persen dibandingkan kandidat lainnya.
Hasil survei elektabilitas 3 capres terkuat.
DKI Jakarta:
Anies Baswedan 49,6 persen