Berita Kota Kupang

Kota Kupang Miliki 5.497 Anak Stunting, K2S Kota Kupang Siap Jadi Orangtua Asuh

Data ini diperoleh setelah tim dari Dinkes melakukan penyisiran di kecamatan guna mendorong orangtua menghantar anaknya ke posyandu

Penulis: Edi Hayong | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/EDI HAYONG
STUNTING - Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Kupang, Anatji Ratu Kittu ketika didaulat membuka kegiatan sosialisasi stunting di Aula SLB Asuhan Kasih Kota Kupang, Sabtu (17/12/2022). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Dinas Kesehatan Kota Kupang mencatat pada posisi Agustus 2022, total anak stunting di Kota Kupang mencapai 5.497 orang.

Data ini diperoleh setelah tim dari Dinkes Kota Kupang melakukan penyisiran di kecamatan guna mendorong orangtua menghantar anaknya ke posyandu.

Dari total anak yang didata sebanyak  25.664 orang maka didapati 5.497 anak terkategori stunting. Terhadap kondisi ini Dinkes terus berusaha agar pada tahun 2023 bisa turun mencapai 12-10 persen atau sekitar 3.000 anak.

Hal ini diutarakan Kadis Kesehatan Kota Kupang, drg Retnowati ketika menjadi nara sumber pada kegiatan memperingati Hari Ibu ke 94 tanggal 22 Desember 2022 dan silahturahmi perempuan K2S keluarga Jawa Kota Kupang pada Sabtu 17 Desember 2022.

Turut hadir pada kegiatan ini anggota Fraksi PKB DPRD Kota Kupang, Anatji Ratu Kittu, para pengurus K2S Kota Kupang juga pilihan kaum ibu.

Kegiatan sosialisasi ini mengambil Tema "Perempuan berdaya, Indonesia Maju". Sub tema : Berdayakan Untuk Pemulihan Ekonomi Bangsa, Pasca Pandemi.

Baca juga: Angka Stunting di Kota Kupang Bermasalah Menurut WHO 

Dijelaskan drg Retnowati bahwa dalam Peraturan Presiden 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting secara umum dijelaskan soal upaya menekan masalah stunting.

Dirinya membeberkan bahwa untuk Kota Kupang pada posisi Agustus 2022 total anak stunting sebanyak  5.497 orang. Dalam hal penanganan untuk satu kali membutuhkan biaya sekitar 650.000. 

"Penyebab stunting itu karena kemiskinan. Dari hasil survei menunjukkan bahwa kecukupan kebutuhan gizi di Kota Kupang masih minim. Selain itu tingkat kunjungan ke posyandu untuk ibu hamil hanya 35 persen," beber dr Retno.

Menurutnya, Kemenkes sebagai leadingsektor terus mendorong agar para ibu hamil wajib ke posyandu. Pasalnya untuk menekan stunting prosesnya mulai dari kehamilan, menyusui. Bayi dibawa 2 tahun perlu penanganan segera karena itu masa keemasan buat anak.

"Tim kami beberapa waktu lalu turun ke lapangan mendata 25.664 anak untuk  didorong ke posyandu. Dari total itu ternyata ada 5.497 anak terkategori stunting. Kita gandeng semua komponen untuk bersama menurunkan stunting. Target tahun 2023 bisa turun mencapai 12-10 persen atau sekitar  3.000an anak walaupun ini cukup berat," jelas Retno.

K2S Kota Kupang Jadi Orangtua Asuh

Sementara dr. Haji Muhammad Iksan selaku Ketua Umum K2S Kota Kupang mengapresiasi bidang peranan perempuan yang berusaha mengadakan acara sosialisasi stunting.

Baca juga: George Hadjoh Ajak Grab Terlibat Tangani Stunting di Kota Kupang

Dia berharap kedepan bukan hanya peringati hari ibu saja tapi kaum ibu berperan di masyarakat berupa kegiatan sosial yang akan didukung majelis taklim.

"Harapan saya hasil sosialisasi gizi buruk dan stunting ini kedepan ada outputnya dimana K2S bisa jadi orangtua asuh buat yang keluarga yang susah," harap dr Iksan.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved