Berita Sumba Timur
SID & Marungga Gelar Lokakarya Pengembangan Pendidikan Inklusif Sekolah Adat Marapu di Sumba Timur
Proyek Lii Marapu juga mengembangkan Sekolah menengah atas dan yang sederajat di wilayah dampingan untuk menjadi model sekolah inklusif
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Sumba Integrated Development ( SID ) berkolaborasi dengan Yayasan Masyarakat Tangguh Sejahtera (Marungga) terus berupaya untuk meningkatkan akses sosial dan pendidikan informal bagi penghayat Marapu di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.
Melalui Proyek Lii Marapu yang dilaksanakan sejak September 2021, kolaborasi SID dan Marungga dengan dukungan dana Voice Indonesia menginisiasi Lembaga Adat yang dinamakan Badan Pengurus Marapu atau BPM melakukan mobilisasi dan advokasi tujuan tersebut di desa desa dampingan.
Selain itu, Proyek Lii Marapu juga mengembangkan Sekolah menengah atas dan yang sederajat di wilayah dampingan untuk menjadi model sekolah inklusif yang memiliki layanan pendidikan formal ramah Marapu yang terstandar.
Baca juga: Pemkab Sumba Timur Terus Galakkan Vaksinasi Covid-19
Project Manager Lii Marapu Anton Jawamara menjelaskan, untuk tujuan tersebut, Proyek Lii Marapu telah melakukan workshop Panduan penyelenggaraan sekolah adat ramah Marapu yang melibatkan para pemangku kepentingan sekaligus untuk mendapat masukan untuk perbaikan gunan finalisasi buku panduan tersebut.
Setelah panduan ini telah difinalisasi, jelas Anton Jawamara, maka SID dan Marungga Foundation akan melakukan kegiatan Pelatihan peningkatan kapasitas bagi koordinator dan fasilitator sekolah adat ramah Marapu untuk menyasar kesadaran, dan komitmen untuk menjalankan pendidikan informal inklusif Marapu.
Pelatihan Pengembangan Penyelenggaraan Sekolah Adat Ramah Marapu dilaksanakan selama dua hari yakni Selasa dan Rabu, 13 - 14 Desember 2022 di Aula Bappeda Kabupaten Sumba Timur. Kegiatan tersebut menghadirkan BPM Kabupaten Sumba Timur, BPM lima desa binaan, pengelola serta fasilitator Sekolah Adat Marapu di lima desa serta tim fasilitator dan tim program.
Kelima sekolah Adat tersebut terdapat di Desa Hambapraing Kecamatan Kanatang, Desa Kamanggih Kecamatan Kahaungu Eti, Desa Tamburi Kecamatan Rindi, Desa Watupuda Kecamatan Umalulu dan Desa Pambotanjara Kecamatan Kota Waingapu.
Anton mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang penggunaan buku panduan penyelenggaraan sekolah adat ramah Marapu serta memastikan komitmen Koordinator dan Fasilitator sekolah adat di setiap desa sasaran untuk menjalankan sekolah adat Ramah Marapu.
Baca juga: Pemilu 2024, Optimisme Partai Hanura Sumba Timur Bentuk Fraksi Murni
Dari kegiatan tersebut, lanjut dia, diharapkan 70 persen anggota Lembaga Adat, CBO, dan pemerintah desa di setiap desa sasaran menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk mengoperasionalkan layanan pendidikan informal inklusif untuk anak-anak Marapu dengan mengintegrasikan nilai-nilai/praktik budaya Marapu yang relevan.
Kegiatan Lokakarya yang dibuka secara resmi oleh Ketua Pokja Lii Marapu, Marthen Umbu Kaleka dari Bappeda Sumba Timur itu menghadirkan fasilitator utama sekaligus penulis buku, Rika Setiati secara daring serta fasilitator lokakarya Umbu Angga dan Rambu Amy.
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, sebut Ketua Pokja Marapu Marthen Umbu Kaleka, mengapresiasi Proyek Lii Marapu untuk memastikan anak anak penghayat Marapu bisa mendapatkan pendidikan sesuai dengan kepercayaan mereka.
Ia menyebut, hal tersebut merupakan 'sesuatu yang baru yang hampir terlupakan' terkait pendidikan anak anak kepercayaan Marapu.
Pemerintah memberi apresiasi karena kerja kolaborasi dengan pelibatan berbagai stakeholder dalam upaya membangun Sumba Timur tersebut.
"Pemerintah kesulitan kalau dari awal, ketika bantuan LSM mengambil porsi, maka pemerintah tidak berjalan sendiri, ada campur tangan sehingga bisa bergandengan tangan membangun Sumba Timur," ujar Marthen Umbu Kaleka. (ian)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pembukaan-Kegiatan-Lokakarya-Pengembangan-Pendidikan-Inklusif-Sekolah.jpg)