Minggu, 10 Mei 2026

Berita NTT

Jelajah Nada Timor, The Brief Story Of Leko Boko Aka Bijol

senar pertama bernada Sol, senar kedua bernada Re dan yang ketiga bernada La dan senar keempat bernada Do.

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK PRIBADI
Yufran Luly 

The Brief Story Of Leko Boko Aka Bijol

POS-KUPANG.COM - Musik Tradisional adalah musik yang hidup dari generasi ke generasi yang digunakan sebagai hiburan maupun upacara adat.

Musik tradisional terdiri dari syair yang dinyanyikan dan diiringi dengan alat musik.

Salah satu alat musik tradisional yang terkenal dari Nusa Tenggara Timur atau NTT adalah Sasando. Alat musik yang terbuat dari daun lontar dan bambu ini sudah ada sejak abad ke-17 di Pulau Rote.

Baca juga: ATK Wisuda 118 Diploma III, Gubernur Laiskodat: NTT Butuh Petarung Lapangan

Tapi tahukah kamu bahwa di Nusa Tenggara Timur juga terdapat alat musik yang terbuat dari labu hutan yang berasal dari penduduk asal di Pulau Timor yakni Leko boko atau lebih dikenal dengan nama Bijol.

Bijol dimainkan dengan cara dipetik layaknya Ukulele.

Masing-masing senarnya memiliki arti sendiri mulai dari senar yang paling bawah berarti Tain Mone atau anak laki-laki, senar berikutnya Tain Ana berarti Tali Anak atau kecil, senar ketiga namanya Tain Feto atau tali
perempuan dan senar keempat Tain Ena yang berarti tali induk.

Untuk nadanya sendiri, senar pertama bernada Sol, senar kedua bernada Re dan yang ketiga bernada La dan senar keempat bernada Do.

Bijol terdiri dari wadah resonansi yang terbuat dari labu hutan dan kayu sebagai kerangka badan yang dipakai untuk merentangkan senar serta senar yang terbuat dari usus kambing.

Baca juga: ATK Wisuda 118 Diploma III, Gubernur Laiskodat: NTT Butuh Petarung Lapangan

Menurut informasi dari Yohanis Tahoni salah seorang pemain Juk asal Timor Tengah Utara, Bijol ini sudah ada sejak tahun 1950an dan masih sering dimainkan di upacara pernikahan maupun acara adat disana.

Bagi suku Dawan yang merupakan salah satu suku di pulau Timor, bijol dimainkan berpasangan dengan Heo pada pesta adat maupun hiburan pribadi.

Heo adalah alat musik tradisional mirip biola asal dari NTT yang terbuat dari papan kayu dengan 4 senar dan alat geseknya terbuat dari rangkaian ekor kuda.

Saat melakukan riset, Jelajah Nada Timor turut menjumpai Bijol.

Jelajah Nada Timor adalah perjalanan merekam syair-syair tradisional di 5 daerah di Pulau Timor yang akan diterjemahkan ke dalam musik ambient oleh musisi post-rock asal Kota Kupang, Tarwis Lifani Haning atau
yang lebih dikenal dengan nama SHAGAH.

Baca juga: Jadwal Libur Sekolah Akhir Tahun 2022, di NTT 23 sampai 31 Desember 2022

Dapatkan informasi lebih jauh mengenai perjalanan Jelajah Nada Timor dalam melakukan proses merekam syair-syair tradisional serta fakta-fakta seputar alat musik tradisional NTT melalui media sosial Instagram @jelajahnadatimor.

Source:
https://budaya-indonesia.org/Leko-Boko-Bijol
Wawancara dengan Yohanis Tahoni via telepon

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved