Breaking News:

Berita Kota Kupang

Gado-gado Vallerie, Konsisten Jaga Rasa Selama 20 Tahun 

Diungkapkan owner Gado-gado Vallerie, Suanih Krischara, usaha ini sudah ditekuni sejak tahun 2002 sehingga ditahun ini tepat berusia 20 tahun

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/H.O GADO-GADO VALLERIE
Gado-gado Vallerie, Konsisten Jaga Rasa Selama 20 Tahun  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Para pecinta kuliner di Kota Kupang tentunya sudah tidak asing dengan salah satu brand makanan yakni Gado-gado Vallerie.

Diungkapkan owner Gado-gado Vallerie, Suanih Krischara, usaha ini sudah ditekuni sejak tahun 2002 sehingga ditahun ini tepat berusia 20 tahun. Nama Vallerie sendiri diambil dari nama anak pertamanya. 

Meski telah sekian lama, rasa Gado-gado Vallerie tetap konsisten sejak dulu hingga sekarang dan tidak ada yang berubah karena Wanny berprinsip, rasa pada produknya akan tetap dijaga agar tidak berubah sampai kapanpun. 

"Mutu itu nomor satu apapun kondisinya, situasi mau naik mau turun, konsistensi rasa itu penting buat saya jadi mau makan sepuluh tahun yang lalu, mau makan dua puluh tahun yang lalu, mau makan yang kemarin rasanya tetap sama. Nah menjaga konsistensi rasa itu agak susah," katanya Rabu, 7 Desember 2022.

Baca juga: Angklung SMP Negeri 2 Kota Kupang Tampil Perdana di Acara HUT DWP NTT ke- 23

Perempuan yang kerap disapa dengan nama Aci Wanny atau Aci Vallerie ini mengatakan, Gado-gado Vallerie adalah resep dari sang mama mertua bermula dari nama Depot Vallerie yang berdiri pada September 2002 di jalan Hati Mulia Oebobo. 

Pada tahun 2011 Depot Vallerie berubah nama menjadi Rumah Makan Gado-gado Vallerie dan pada bulan Juli 2022 membuka cabang di Fatululi tepatnya di Ruko depan Rumah Sakit Siloam Kupang. 

Selain gado-gado, tersedia juga menu lain yang tak kalah enaknya seperti Soto Ayam Kampung, Ayam Bakar Lalapan, Ayam Goreng Lalapan, Nasi Campur, Bakso dan Aneka Minuman. 

"Unggulannya memang gado-gado, ya. Kalau yang tidak suka sayur pasti dia bilang sotonya Vallerie itu tidak ada tandingan, tapi kalau yang suka sayur pasti larinya ke gado-gado," tambahnya. 

Wanny mengakui para pelanggannya adalah mereka yang sudah menikmati menu - menu Vallerie sejak lama. 

Bahkan ketika para pelanggan lama yang biasa menikmati menu - menu di outlet Gado-gado Vallerie Oebobo, ketika mencoba di outlet baru di Fatululi, Wanny selalu menanyakan apakah ada perbedaan rasa menu di kedua outlet tersebut. 

Baca juga: 100 Penderita Katarak di Kota Kupang Mendapat Operasi Gratis

Karena standar takaran pada setiap masakan selalu dijaga, maka dimanapun outlet dibuka, rasanya akan tetap sama. 

Masukan-masukan dari para pelanggan pun dicatat sehingga bisa ditingkatkan dari waktu ke waktu. Meski demikian Gado-gado Vallerie memiliki standar tersendiri untuk mempertahankan rasa dari setiap menu yang ada. 

"Menunya ini bukan yang kita masak banyak - banyak lalu tinggal ditakar. Tidak bisa. Gado-gado itu kalau ramai saya bisa masak sepuluh sampai dua puluh kali. Report sedikit tidak masalah. Sayuran itu harus fresh kecuali yang dibungkus itu tidak bisa dijamin karena di sini fresh tapi kan kita tidak tahu konsumen itu makannya kapan," tambahnya. 

Untuk pelayanan di outlet Gado-gado Vallerie sendiri dibuka sejak jam 7 pagi hingga jam 10 malam.

Bagi yg ingin merasakan sensasi makan gado-gado bisa datang langsung ke outlet Gado-gado Vallerie di Jalan Hati Mulia I Nomor 1 Oebobo dan di Jalan RW Monginsidi, Fatululi di depan Rumah Sakit Siloam.

Selain itu, bagi yang tidak punya waktu untuk datang ke outlet bisa memesan secara online karena Gado-gado Vallerie sudah tersedia di Grabfood. (uzu)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved