KKB Papua
KKB Papua - Anak Buah Ngalum Kupel Serang Tukang Ojek di Pegubin Papua, Tiga Korban Tewas di TKP
Anak Buah KKB Papua Ngalum Kupel melakukan serangan secara membabibuta terhadap tiga warga sipil yang berprofesi sebagai tukang ojek di Pegubin Papua.
Dalam serangan yang dilakukan secara mendadak tersebut, tiga tukang ojek dinyatakan tewas. Pada tubuhnya bersarang peluru yang ditembak oleh anggota kelompok separatis itu.
Pasca serangan tersebut, tiga korban tewas kemudian dievakuasi ke Distrik Oksibil.
Ketiga korban tersebut masing-masing bernama La Usu, La Aman, dan La Ati. Dari ketiga korban ini, salah satunya meninggal dunia dengan peluru yang bersarang di kepala.

Kronologi Pembantaian Mengerikan
Penyerangan terhadap tiga tukang ojek tersebut, sangat mengerikan. Sebab saat sedang menunggu penumpang, mereka tiba-tiba diserang secara membabibuta.
Para korban itu tak hanya diserang dengan senjata api, tetapi juga dengan menggunakan benda tajam seperti parang.
Baca juga: KKB Papua - Tewas Saat Bertugas di Papua, Gilang Aji Prasetyo Dianugerahi Pangkat Luar Biasa
Lantaran diserang secara tiba-tiba, sehingga dua korban yakni La Usu dan La Aman tewas di tempat.
Keduanya dibunuh secara sadis oleh KKB Papua yang menggunakan parang.
"Dua orang tewas dibunuh secara sadis dengan luka sabetan parang. Satu di antaranya meninggal dengan luka potong di bagian tangan," tutur Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito.
Sementara satu korban yang sebelumnya dilaporkan hilang, berhasil ditemukan namun dalam kondisi yang mengenaskan. Korban itu bernama La Ati.
"Iya, benar, korban meninggal ada 3 orang," kata Cahyo Sukarnito kepada Tribun-Papua melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa 6 Desember 2022.
Ia jugha menyebutkan bahwa aksi penyerangan dan pembunuhan sadis tersebut, diduga kuat dilakukan oleh KKB Papua pimpinan Nason Mimin.
"Dugaan sementara KKB pimpinan Nason Mimin sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas kasus ini," ungkapnya.
Sedang Tunggu Penumpang
Kapolres Cahyo Sukarnito menjelaskan penyerangan itu terjadi saat para tukang ojek sedang mencari nafkah di Kampung Mangabib.