Berita Kota Kupang

Puskesmas Alak Catat 27 Kasus DBD, Warga Diminta Tetap Terapkan 3M Plus

Ada 11 kasus di Kelurahan Alak. Sedangkan kelurahan lain itu hanya dua sampe tiga kasus

Editor: Edi Hayong
POS KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
Pengelola Penderita Demam Berdarah Dengue Puskesmas Alak, Antonius Riberu.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agus Tanggur

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Puskesmas Alak mencatat ada 27 Kasus Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kecamatan Alak pada tahun 2022.

"Hingga saat ini kita sudah mencatat 26 kasus dari bulan Januari sampe November. Pertengahan November tambah satu kasus lagi. Jadi totalnya ada 27 kasus," ujar Pengelola DBD Puskesmas Alak, Antonius Riberu kepada POS-KUPANG.COM.

Menurutnya, kasus DBD yang paling banyak itu ada di Kelurahan Alak. 

"Ada 11 kasus di Kelurahan Alak. Sedangkan kelurahan lain itu hanya dua sampe tiga kasus," lanjutnya. 

Ia menjelaskan bahwa penyakit DBD itu merupakan penyakit menular yang dikeluarkan oleh nyamuk Aedes aegypti betina dengan ciri-ciri badannya agak loreng-loreng putih yang tinggal di dalam rumah dan menggigit pada waktu pagi, siang maupun sore hari. 

Baca juga: Dokter Spesialis Anak Frans Taolin Sebut Terlambat Tangani DBD Berdampak Fatal

"Jadi biasanya kalau anak kita terserang nyamuk Aedes aegypti pasti akan muncul gejala. Panas sampe 3 hari dan diikuti dengan mual dan muntah. Jika trombosit menurun akan muncul mimisan dan badannya pasti terasa dingin. Orang tua pasti menganggap bahwa anaknya sudah sembuh. Tapi sebenarnya itu masuk fase yang fatal," jelasnya. 

Karena itu, ia mengajak agar jika dalam rumah menemukan kasus seperti itu segera bawah ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan. 

Antonius mengatakan, dari tenaga yang ada di Puskesmas kita selalu melakukan sosialisasi. 

"Dari Puskesmas hampir setiap hari kita lakukan sosialisasi. Karena kita juga punya pusling (pengeras suara, Red) dan kita juga selingi saat melakukan posyandu," jelasnya. 

Karena itu, Antonius meminta agar masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan. 

Baca juga: Kelurahan Oesapa dan Sikumana Tertinggi Kasus DBD, Pemkot Imbau Warga Waspada

"Gerakan Menguras, Menutup dan Mengubur atau 3M Plus itu harus tetap dijalankan. Kita juga akan tetap melakukan koordinasi dengan kelurahan dan RT/RW untuk melakukan pembersihan dilingkungan sekitar untuk memberantas sarang nyamuk," tutupnya. (cr23)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved