Breaking News:

Berita Sumba Timur

Lima Warga Meninggal Akibat DBD di Sumba Timur Sepanjang 2022

Lima kasus berujung kematian itu terdapat di dua kecamatan yakni Kecamatan Kota Waingapu dengan 4 kasus serta Kecamatan Lewa Tidahu dengan 1 kasus

Penulis: Ryan Nong | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, Tinus Ndjurumbaha 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Sebanyak lima warga Sumba Timur meninggal dunia akibat Sumba Timur Demam Berdarah Dengue (DBD) selama kurun waktu Januari hingga November 2022.

Lima kasus berujung kematian itu terdapat di dua kecamatan yakni Kecamatan Kota Waingapu dengan 4 kasus serta Kecamatan Lewa Tidahu dengan 1 kasus.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, Tinus Ndjurumbaha kepada Pos Kupang, Rabu 30 November 2022.  

Tinus mengatakan, angka kasus DBD kini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan semester pertama 2022.

Dinas Kesehatan mencatat, total kasus DBD di Sumba Timur selama 2022 mencapai 214 kasus dimana pada semester pertama berjumlah 201 kasus. Puncak tertinggi kasus DBD di Sumba Timur terjadi pada April 2022 dengan total mencapai 79 kasus. 

Baca juga: Cegah DBD, Lurah Bonpoi Bagikan Bubuk Abate Gratis ke Warga 

Sementara itu, sebaran kasus DBD terbanyak terdapat di wilayah sekitar Kota Waingapu. Jumlah kasus DBD terbanyak terdapat di Kecamatan Kota Waingapu dengan 96 kasus disusul Kecamatan Kambera dengan 71 kasus dan Kecamatan Kanatang dengan 16 kasus serta Kecamatan Pandawai dengan 15 kasus. 

Selanjutnya Kecamatan Kahaungu Eti dan Kecamatan Umalulu masing masing dengan 3 kasus serta Kecamatan Katala Hamu Lingu dan Kecamatan Lewa Tidahu masing masing dengan 2 kasus. 

Enam Kecamatan lainnya, masing masing dengan sebaran 1 kasus DBD, yakni Kecamatan Haharu, Kecamatan Kambata Mapambuhang, Kecamatan Paberiwai, Kecamatan Tabundung, Kecamatan Ngadu Ngala dan Kecamatan Pinu Pahar.

Angka kasus pada November 2022 berjumlah 7 kasus dan saat ini tersisa 3 kasus atau pasien yang dirawat di RS Kristen Lindimara Waingapu. 

Tinus berharap dalam memasuki musim pancaroba atau musim penghujan, masyarakat lebih waspada terhadap potensi DBD.

Baca juga: Dokter Spesialis Anak Frans Taolin Sebut Terlambat Tangani DBD Berdampak Fatal

Masyarakat diharapkan untuk melakukan pencegahan DBD secara efektif dan efisien dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) menggunakan metode 3M Plus yakni Menguras, Menutup, Mendaur Ulang Barang Bekas. 

Selain itu, terhadap anak dengan gejala DBD diharapkan agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. (Ian) 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved