Berita NTT

Gubernur NTT Tegaskan Pergub Tata Niaga Komoditas Perikanan Tidak Akan Dicabut

kedepan banyak industri yang akan masuk seperti dari Filipina, China dan dipastikan dikemudian hari akan berkembang sehingga harga akan terjaga di NTT

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
KETERANGAN - Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan keterangan terkait permintaan para petani rumput laut dan pengepul lokal di Kabupaten Lembata untuk mencabut Pergub Nomor 39 Tahun 2022 tentang Tata Niaga Komoditas Perikanan pada Senin (21/11/2022).  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agus Tanggur

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan bahwa Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 39 Tahun 2022 tentang Tata Niaga Komoditas Perikanan tidak akan dicabut. 

Hal ini dikatakan Gubernur NTT kepada POS-KUPANG.COM, Senin (21/11/2022) saat dimintai tanggapannya terkait permintaan para petani rumput laut dan pengepul lokal di Kabupaten Lembata untuk mencabut Pergub Nomor 39 Tahun 2022 tentang Tata Niaga Komoditas Perikanan

"Nggak (tidak, Red) dicabut. Kita sekarang menyiapkan untuk industri yang banyak masuk. Karena memang kebijakannya sekarang pastilah ada problem sana-sini. Itu biasa," tegasnya.

Tapi menurutnya, kedepan banyak industri yang akan masuk seperti dari Filipina, China dan dipastikan dikemudian hari akan berkembang sehingga harga akan terjaga di NTT. 

Baca juga: Dampak Peraturan Gubernur NTT, Petani Rumput Laut di Lembata Rugi, Bingung Mau Jual Kemana

"Memang harga yang kita putuskan sekarang harga Rp20.000. Sehingga kita kedepan seluruh petani rumput laut akan terjaga dengan baik. Karena seluruh hasil atau panen mereka akan terjaga dan industrinya akan ada di NTT," ujarnya. 

Dikatakan Gubernur Viktor, yang akan masuk itu kelompok besar.

"Saya ada sedikit berikan kebijakan diskresi karena yang masuk ini kelompok besar yang mampu membuat mimpi-mimpi kita bisa terealisasi disini," tegasnya. 

Gubernur NTT juga mengatakan bahwa memang saat ini ada tiga perusahan yang kelola. 

"Satu yang punya kerajinan di Rote, Sabu dan di Sumba. Itu kita menyiapkan mereka. Saya juga sementara bicara dengan mereka (Filipina dan China, Red) untuk proses lanjut sehingga tidak dikirim lagi dan kita bisa proses di NTT, " tutupnya. (cr23) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved