Berita NTT

Pengamat Politik Undana Kupang Ingatkan Indonesia Jangan Didikte Pasca G20

Minimal kedatangan para negara lain itu tidak membuat kontraproduktif bagi Indonesia dalam mengelola kebijakan.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/FB LASARUS JEHAMAT
Akademisi Fisip Undana, Lasarus Jehamat 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pengamat Politik Universitas Nusa Cendana atau Undana Kupang, Dr. Lasarus Jehamat, mengingkatkan Pemerintah Indonesia agar tidak didikte negara luar.

Dr. Lasarus mengatakan itu menanggapi pertemuan G20 yang berlangsung di Bali beberapa hari terakhir ini.

"Begini, catatan kritisnya, jangan sampai kemudian, misalkan terutama terkait dengan konvensi energi, jangan sampai kemudian Indonesia didikte. Ini menjadi catatan penting," ujar Dr. Lasarus, Rabu 16 November 2022 petang.

Baca juga: Gubernur NTT Sumbang 100 Juta Buat Pembangunan Gereja Betel Lili Kupang

Ia menginginkan agar Indonesia harus menjadi aktor utama. Karena, sumber daya energi terbarukan di Indonesia sangat melimpah.

Jangan sampai, sebut dia, kehadiran negara lain justru mengkooptasi Indonesia dalam cengkeraman perdagangan bebas dan neoliberalisme dari negara-negara lain.

Minimal kedatangan para negara lain itu tidak membuat kontraproduktif bagi Indonesia dalam mengelola kebijakan.

"Indonesia tidak boleh menjadi aktor under dog untuk bermain di ruang energi terbarukan itu. Indonesia harus menjadi raja dan tuan di negeri sendiri berhubungan dengan energi, secara sempit dan berhubungan dengan ekonomi pada tataran lebih luas," urainya.

Dengan begitu maka tentu akan memunculkan konsep kebangsaan secara luas secara global.

Baca juga: Senator DPD Dapil NTT Usulkan Enam Bilik Suara pada Pemilu 2024

Dilain pihak, Lasarus mengapresiasi nilai kebangsaan atas terselenggaranya G20 dan Indonesia sebagai Presidensial.

Ia beralasan, menghadirkan belasan kepala negara dan tiga perwakilan kepala negara-negara, bukan perkara mudah.

Apalagi, kehadiran para petinggi negara di bumi Nusantara pasca pagebluk pandemi covid-19.

"Saya perhatikan gerak gerik, mimik para kepala negara itu cenderung menunjukkan bahwa memang mereka sungguh sangat menghargai Indonesia," katanya.

Indonesia dalam kacamata Lasarus, memang diperhitungkan negara luar. Merujuk analisis ini maka Indonesia patut diberi apresiasi.

Berbagai agenda yang telah dilakukan, menjadikan Indonesia sebagai negara yang punya nilai tambah. Indonesia, kata dia, menjadi promotor menggalang persatuan dunia.

Baca juga: Himbauan BMKG terkait Cuaca Hari Ini di NTT,Bali,NTB,Jatim,Jakarta,Waspada Cuaca Ekstrem Hujan Petir

Menurutnya, tantangan terbesar adalah menyatukan kesatuan semua negara. Sebab, akan menjadi sia-sia bila membangun ekonomi global tanpa ada persatuan yang kokoh.

"Tawaran Indonesia dalam mempromosikan dan mendorong persatuan global itu saya kira patutu diacungi jempol itu," katanya.(Fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved