Berita Kota Kupang
Gelar Aksi Solidaritas, Nakes RSUD SK Lerik Kota Kupang Sebut Ale Rasa Beta Rasa
Menurut Hana, aksi yang mereka lakukan itu, bukan merupakan demo, tetapi aksi solidaritas, karena mereka sudah bosan dengan janji-janji
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM, KUPANG - " Jadi tidak ada yang paling penting dan kami paling terbelakang. Kalau memang kita dalam satu keluarga, maka ale rasa beta rasa,".
Hal ini disampaikan Hanna Desa salah satu Nakes di RSUD SK Lerik, Kota Kupang saat aksi solidaritas dan mosi tidak percaya di rumah sakit itu, Senin 7 November 2022.
Hadir pada aksi ini, sejumlah kepala ruangan dan para Nakes. Hadir pula Ketua Komite Keperawatan RSUD SK Lerik Kota Kupang, Melan, Kepala Ruang Perawatan Covid-19, dr. Ronald Melvianno,Sp.An, dan lainnya.
Sedangkan dari manajemen dihadiri langsung, Direktur RSUD SK Lerik Kota Kupang, drg. Dian Sukmawati Arkiang, Kepala Tata Usaha, Ande Woli dan Kabid Pelayanan, dr. Ita.
Menurut Hana, aksi yang mereka lakukan itu, bukan merupakan demo, tetapi aksi solidaritas, karena mereka sudah bosan dengan janji-janji.
Baca juga: Akademisi FISIP Undana Kupang: Aksi Nakes Bukti Nyata Buruknya Kinerja Pemkot Kupang
"Kami saat ini lakukan aksi solidaritas dan bukan demo. Aksi ini karena kami sudah bosan dengan janji - janji surga," katanya.
Dijelaskan, ada beberapa tuntutan mereka yakni antara lain soal TPP dan jasa pelayanan.
"Jika pemerintah tidak mengakomodir TPP sesuai tuntutan kami, maka kami juga mengharapkan bisa diatasi dengan dana BLUD. Selama ini tidak ada transparansi soal jasa pelayanan, kami harapkan ada tranparansi sehingga membuat ketidakpercayaan kami ada mosi tidak percaya terhadap manajemen,"kata Hana
Dikatakan, pihaknya tahu selama ini dana jasa pelayanan itu hanya dalam bentuknya gelondongan. Artinya nominal yang keluar itu dasarnya dari mana, pendapatannya dari mana.
Bahkan, lanjutnya, tim penghitung jasa sendiri adalah tim manajemen dan yang diketahui selama ini jasa tim manajemen lebih besar dari mereka di bidang pelayanan.
Baca juga: Direktur RSUD SK Lerik Kota Kupang Bertemu Para Nakes
"Kami mengharapkan dalam tim perhitungan jasa itu harus dilibatkan tim dari pelayanan. Jadi di rumah sakit tidak ada yang lebih penting," katanya.
" Dari waktu ke waktu kita semua penting. Manajemen tidak bisa tanpa ada kami nakes yang ada di bawah dan kami langsung berhadapan dengan pasien," kata Hanna.
Dikatakan, yang menyiapkan itu adalah orang manajemen dan sama-sama saling membutuhkan.
Ketua Komite Keperawatan RSUD SK Lerik Kota Kupang, Melan saat itu meminta klarifikasi tentang adanya isu yang beredar bahwa ada pihak tertentu yang seolah-olah memaksa para Nakes untuk menerima saja apa yang sudah diputuskan menyangkut TPP.
Melan juga meminta agar ada transparansi, yakni pendapatan di RSUD SK Lerik harus disampaikan sehingga semua dapat mengetahui.
Baca juga: Nakes RSUD SK Lerik Kota Kupang Gelar Aksi Solidaritas dan Mosi Tidak Percaya
Dia juga mengaku kaget soal besarnya jasa sesuai formulasi yang pernah mereka terima.
Melan juga mempertanyakan perubahan yang mana perlu ada dasar. Selain itu, dia meminta agar ada insentif bagi para nakes perawat.
Perawat di ruang isolasi Covid-19, Yerina Lidya, A. Md. Kep mengatakan, masih ada intensif yang belum dibayarkan kepada mereka.
Terkait alasan, Yerina mengatakan, informasi yang diperoleh bahwa kendalanya pada anggaran, padahal di rumah sakit lain yang ada di di Kota Kupang sudah dibayarkan.
"Katanya kembalikan ke masing-masing pemerintah daerah, dalam hal ini pengusul dana insentif itu yakni Pemkot Kupang," kata Yerina.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS