Kamis, 23 April 2026

Berita Kota Kupang

Sumur Kering, Petani Maulafa Kota Kupang Pilih Tanam di Bulan Desember

Yunus Djo, petani sayur di Kelurahan Maulafa mengungkapkan, meski hujan mulai turun bulan November, ia tidak segera menanam.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ROSALIA ANDRELA NAGO
SUMUR KERING - Lahan Kering milik Yunus Djo. Yunus Djo, petani sayur di Kelurahan Maulafa mengungkapkan, meski hujan mulai turun bulan November, ia tidak segera menanam. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Andrela Nago

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Memasuki musim penghujan, petani sayur di Kelurahan Maulafa masih enggan untuk menanam. 

Yunus Djo, petani sayur di kawasan Jalan Frans Da Romes Kelurahan Maulafa mengungkapkan, meski hujan mulai turun bulan November, ia tidak segera menanam. 

"Saya mulai tanam di bulan Desember. Itu pas musim hujan," ujar Yunus, Sabtu 5 November 2022.

Baca juga: Penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh : Beban Listrik Bundaran Tirosa Tak Mampu Dibiayai Pemkot

Menurutnya, meski di tempat lain cuacanya panas, petani masih bisa menanam. Kondisi sumur di Kelurahan Maulafa yang kering membuatnya enggan menanam.

"Di tempat lain panas, orang masih bisa tanam. Kalau di Maulafa tidak bisa. Air sumur sudah kering, kalau kami isi air tangki terus, bisa rugi," jelas Yunus.

Yunus yang menanam sayur bayam kangkung mengaku membutuhkan banyak air. Untuk itu ia memilih menunggu bulan Desember karena tepat musim penghujan.

"Biasanya kalau mau tanam, kami bersihkan bedeng, tebar benih dan itu tunggu saja nanti dia tumbuh sampai tinggi baru cabut. Setelah itu kita tanam ulang lagi tapi berjarak," ujar Yunus menceritakan proses menanam.

Pupuk yang dipakai Yunus adalah pupuk kandang. "Pakai pupuk alami, ambil kotoran ayam di kandang. Kalau daun sudah agak besar sedikit biasanya kami siram pakai obat semprot, beli di toko," ujar Yunus.

Hasil panen Yunus di jual ke Pasar Naikoten. Pelanggannya adalah pedagang sayur keliling.

Sementara itu Hendrik petani yang berlokasi di Jalan Evergreen Kelurahan Maulafa mengungkapkan hal yang sama. "Kami susah air. Kami cuma tanam di bulan Desember sampai bulan Mei" ujar Hendrik.

Hal ini dikarenakan sedikitnya air di musim panas. "Air tidak terlalu kering. Tapi tidak cukup kalau harus siram tanaman," jelas Hendrik.

Hendrik berharap, semoga di penghujung bulan hujan turun. Sehingga dia bisa menanam lebih cepat sebelum awal Desember. (cr19)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved