Berita Kota Kupang
Pesparawi GMIT Resmi Ditutup, Ketua Panitia Sebut Ajang Regenerasi
stand- stand yang menjual berbagai macam pernak pernik lokal maupun olahan-olahan bahan bekas dari limbah serta olahan Kuliner lokal laku terjual
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ferdinand Edo Putra Naga
POS-KUPANG.COM, KUPANG- Pelaksanaan Pesparawi GMIT yang di selenggarakan sejak tanggal 3-4 November 2022 di Gereja GMIT Paulus Kota Kupang di Jalan Jend. Soeharto No.71, Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang telah ditutup secara resmi.
Selama kegiatan ini berlangsung, selain digelar perlombaan paduan suara juga ada nilai plus. Pasalnya, stand- stand yang menjual berbagai macam pernak pernik lokal maupun olahan-olahan bahan bekas dari limbah serta olahan Kuliner lokal laku terjual.
Demikian disampaikan Stofinson Topan Fointuna sebagai Ketua Panitia pelaksana Pesta Musyawarah Perempuan Gerejawi Kota Kupang kepada Pos Kupang, Jumat 4 November 2022.
Dikatakannya, yang mengikuti acara ini adalah perempuan GMIT yang berusia 25 sampai 55 tahun. Tujuannya adalah bernyanyi untuk memuji Tuhan dan membangun persekutuan serta mengasah kreativitas.
"Selain itu tujuannya sebagai ajang regenerasi juga karena sebelumnya perempuan-perempuan GMIT adalah mama - mama yang usianya 40-an keatas", ujar Stofinson.
Baca juga: Pesparawi Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang, Digelar Setiap Dua Tahun Sekali
"Tapi sekarang kita mau buat terobosan biar persekutuan ini agar menjadi berakar tetapi juga boleh menarik orang-orang muda untuk ada dalam persekutuan kami," imbuh Stofinson.
Stofinson juga menambahkan usia 25 adalah usai perempuan matang agar mereka tidak asing dengan persekutuan ini.
Stofinson mengatakan Lomba yang di lombakan adalah paduan suara. Peserta ada 19 terinci dari Klasis Kota Kupang sendiri ada 16 peserta dan sisanya dari HKB , Gereja Toraja dan Klasis Kupang Timur.
Ia menambahkan Kriterianya selain umur dengan peserta tiap paduan suara 21 orang . Kegiatan ini di selenggarakan setiap dua tahun dan ini yang ke 3 kalinya yang paling jauh itu Klasis Kupang Timur.
Ia berharap agar talenta dari perempuan GMIT terus di asah kaderisasi karena selama ini perempuan GMIT yang rajin menyanyi hanya Oma-Oma.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/stofinson-topan-fointuna-sebagai-ketua-panitia.jpg)