Berita Belu
Penutupan Sidang Perubahan DPRD Belu Diwarnai Keributan
anggota Fraksi Partai Golkar Theodorus Seran Tefa juga melakukan interupsi terhadap kedua pimpinan DPRD.
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS KUPANG. COM,Teni Jenahas
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Belu menggelar sidang paripurna dengan agenda penutupan sidang perubahan APBD Kabupaten Belu tahun anggaran 2022, Selasa 1 November 2022.
Dalam forum sidang paripurna yang terhormat, sejumlah anggota DPR terlibat keributan setelah hampir dua jam berdebat. Sidang dihadiri Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sekda Belu, serta sejumlah pimpinan OPD.
Sesama anggota DPRD nyaris adu jotos karena tidak mampu mengendalikan emosi.
Baca juga: POBSI Belu Gelar Turnamen Biliar
Sidang dipimpin Ketua DPR Belu Jeremias Manek Seran Junior didampingi Wakil Ketua II Cypri Temu.
Perdebatan berawal dari Ketua Fraksi Gerindra, Januaria Awalde Berek melakukan interupsi terhadap kedua pimpinan DPR yang memimpin sidang.
Tidak hanya Januaria, anggota Fraksi Partai Golkar Theodorus Seran Tefa juga melakukan interupsi terhadap kedua pimpinan DPRD.
Januaria dan Theodorus menginterupsi keras karena tidak menerima penetapan perubahan APBD dilakukan dengan Peraturan Bupati (Perbup).
Baca juga: BKKBN NTT Gelar Konsolidasi Penanganan Stunting di Kabupaten Belu
Kedua politisi dari Kecamatan Raimanuk ini menuding bahwa pemberlakuan Perbup sebagai payung hukum pelaksanaan APBD perubahan APBD T. A 2022 ini akibat dari ketua dan wakil ketua II DPR Belu tidak menandatangani nota persetujuan bersama APBD perubahan.
Sehingga saat konsultasi di tingkat provinsi, Pemprov merekomendasikan kepada pemerintah menggunakan Perbup.
Padahal, menurut Walde Berek, fraksi tujuh fraksi di DPRD Belu termasuk Gerindra menyetujui nota persetujuan APBD perubahan untuk ditetapkan.
Perdebatan panjang yang tak terkendali, bahkan sudah mengarah ke hal privasi membuat situasi sidang memanas.
Anggota DPRD dari Fraksi PDIP, Theodorus Manehitu Djuang berupaya meredam situasi dengan meminta anggota DPRD agar diskusi kembali ke agenda sidang sebagaimana tertera dalam undangan.
Baca juga: Polisi Tembak Warga Belu, Penyidik Propam Polda NTT Periksa Tiga Saksi
Namun usulan itu seolah tak digubris. Walde Berek dan Theodorus Seran Tefa terus ngotot untuk berdebat dengan pimpinan sidang di hadapan Bupati, Sekda, anggota DPR lain dan pimpinan OPD yang hadir.
Karena sudah hampir dua jam berdebat tanpa arah, Bupati dan Sekda bersama pimpinan OPD yang kelihatan sudah jenuh, terpaksa meninggalkan ruang sidang yang saat itu diwarnai perdebatan riuh antara dua pimpinan DPRD bersama ketua Fraksi Gerindra dan anggota Fraksi Golkar Theodorus Seran Tefa.
Saat Bupati dr Agustinus Taolin bersama pimpinan OPD meninggalkan ruangan, anggota Fraksi Gerinda Marthen Nai Buti keberatan dan meminta pemerintah tetap berada di ruang sidang, namun permintaan itu tak dipenuhi.
Setelah Bupati keluar, pimpinan sidang turun dari meja sidang dan sejumlah anggota DPRD berdiri dari kursi masing-masing.
Ketika itu, anggota Fraksi Partai Nasdem, Benedictus Manek yang duduk di sisi kiri menghampiri anggota fraksi partai Demokrat, Kristo Rin Duka yang kursinya berada di lorong kanan.
Baca juga: Polisi Tembak Warga Belu, Penyidik Propam Polda NTT Periksa Tiga Saksi
Entah apa penyebabnya, kedua anggota DPR ini terlihat bersih tegang dan nyaris adu jotos di lorong tengah. Beruntung sejumlah anggota DPR cepat melerai dan akhirnya Benedictus Manek dirangkul keluar dari ruang sidang.
Tidak hanya itu, Wakil Ketua II Cypri Temu yang juga saat itu sudah turun dari meja pimpinan berusaha menegur sejumlah anggota DPR yang nampak ribut.
Dari arah belakang, ia menegur Walde Berek dengan menyentuh bahu kiri Walde. Namun Walde spontan tidak terima dan justru teriak bahwa ia dipukuli.
Tidak hanya teriak, Walde juga kelihatan merontak-rontak dan hendak memukul Cypri.
Anggota DPRD lain, Manek Rofinus yang saat itu berada persis di hadapan Walde berusaha menahan Walde dengan memegang lengan Walde dan menahan tubuh Walde agar tidak menyerang Cypri.
Meski tidak sempat terjadi kontak fisik, Walde tiba-tiba balik ke arah kamera awak media ini sambil teriak-teriak "dia pukul saya,,,dia pukul saya,".
Entah siapa yang Walde maksudkan karena saat itu terdapat kerumunan sejumlah anggota DPR dan tidak ada aksi saling pukul ketika itu.
Karena situasi tak terkendali, atas persetujuan forum, Ketua DPRD akhirnya mengetuk palu tanda skorsing sidang karena pihak pemerintah juga saat itu tidak lagi berada di ruang sidang. (jen)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/sidang-paripurna-dprd-kabupaten-belu.jpg)