Berita Nasional
Pengamat: Rupiah Diproyeksi Melemah Rp 15.500 per Dolar AS Hari Ini, Indonesia di Ambang Krisis?
Pengamat Pasa Keuangan, Ibrahim Assuaibi mengatakan Rupiah diproyeksi melemah hingga Rp 15.500 per Dolar AS hari ini, Indonesia di ambang krisis?
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Perang Rusia Ukraina yang tak kunjung berakhir dan kondisi internal yang mencekam menyebabkan nilai tukar Rupiah melemah terhadap Dollar AS. Bahkan, pengamat Pasar Keuangan, Ibrahim Assuaibi menyebut pada hari ini nilai tukar Rupiah melemah hingga mendekati angka Rp 15.500 per Dollar AS. Apakah kondisi ini pertanda Indonesia di ambang Krisis Ekonomi?
Menurut Ibrahim Assuaibi, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS ( Amerika Serikat ) masih berpotensi melemah.
Ia mengatakan untuk perdagangan Senin 17 Oktober 2022 mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp15.410 hingga Rp15.460.
Pelemahan rupiah dikarenakan pasar masih menyoroti sejumlah faktor eksternal dan internal.
Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp 14.059 pada Hari Ini Kamis 18 Februari 2021, Dampaknya?
Untuk faktor eksternal, kondisi pasar terpengaruh sentimen jatuhnya indeks dolar terhadap sebagian besar mata uang, meskipun masih dalam level yang tinggi dalam perdagangan yang bergejolak.
"Awalnya (dolar AS) melonjak, menyusul laporan inflasi AS yang lebih panas dari perkiraan, karena beberapa investor menganggap respons awal pasar terhadap data itu berlebihan," ucap Ibrahim.
Dengan masih tingginya angka inflasi di AS, The Fed kemungkinan besar masih akan menaikkan suku bunga, sebagai upaya untuk menjinakkan inflasi.
Sementara itu untuk faktor internal, perekonomian Indonesia masih dihantui situasi yang mencekam.
Mulai dari inflasi yang tinggi, isu pertumbuhan upah, kerawanan energi dan pangan, risiko iklim, dan fragmentasi geopolitik.
Baca juga: Tak Perlu Takut Inflasi dan Krisis Pangan Ada Aplikasi B Pung Petani Karya Pemprov NTT & Bank NTT
"Diketahui, perang di Ukraina terus memperburuk keamanan pangan global dan krisis gizi dengan harga energi, makanan, dan pupuk yang tinggi dan tidak stabil; kebijakan perdagangan yang membatasi dan gangguan rantai pasokan," pungkas Ibrahim.
Sebagai informasi, pada Jumat pekan kemarin (14/10/2022), rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp15.427.
Sebelumnya pada Kamis (13/10/2022), nilai tukar rupiah di level Rp15.361
Ibrahim Assuaibi telah memprediksi bahwa pelemahan rupiah masih akan terus berlanjut. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Awal Pekan, Rupiah Diproyeksi Melemah Terhadap Dolar AS, Bakal Mendekat ke Arah Rp15.500
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rupiah-melemah_20180906_104258.jpg)