Artikel Kesehatan
Kenali Penyakit Silent Killer Glaukoma
Rusaknya sinyal yang bertugas menyampaikan apa yang anda lihat ke otak jadi terganggu.
Oleh : dr. Lisa Berliani Tanaya
Apakah anda pernah mendengar istilah glaukoma? glaukoma adalah kerusakan saraf optik pada mata sehingga dapat menyebabkan gangguan pengelihatan hingga kebutaan.
Secara umum biasanya glaukoma terjadi karena adanya peningkatan tekanan bola mata. Kerusakan saraf optik pada mata ini dapat menimbulkan terhambatnya rangsangan pada retina menuju ke otak.
Rusaknya sinyal yang bertugas menyampaikan apa yang anda lihat ke otak jadi terganggu. Dan pada akhirnya glaukoma dapat menimbulkan gejala hingga hilangnya pengelihatan/ kebutaan.
Penyebab glaukoma dibagi menjadi dua yaitu glaukoma primer dan glaukoma sekunder. glaukoma primer penyebabnya tidak diketahui secara pasti.
Baca juga: Gangguan Ginjal Akut Misterius, Kadis Kesehatan Kota Kupang : Dipicu Penggunaan Air Tidak Bersih
glaukoma sekunder terjadi karena adanya penyakit lain sebelumnya yang sudah ada.
Pada fase awal glaukoma tidak menunjukan gejala yang apapun biasanya. Penyakit ini berkembang semakin memburuk pelan – pelan dengan berjalannya waktu.
Setelah beberapa waktu penderita akan mulai meraskan gangguan pengelihatan pada bagian pinggir mata, terutama mata bagian dekat dengan hidung.
Penyakit glaukoma ini sering disebut silent killer atau pembunuh dalam diam, karena penderita yang menderita penyakit ini kerap kali merasa baik – baik saja tanpa menyadari adanya perubahan pada kondisi mata mereka hingga terlanjur parah dengan kerusakan saraf optik yang berat.
Gejala yang tiba – tiba muncul dapat berupa nyeri pada bagian mata secara intens, penderita merasakan mual hingga muntah, mata memerah, nyeri kepala, saat melihat cahaya penderita melihat lingkaran yang menyerupai pelangi, maupun pengelihatan kabur atau buram.
Berdasarkan American Academy of Ophthalmology beberapa orang bisa saja tidak merasakan kerusakan mata namun memiliki tekanan mata yang melebihi orang normal (hipertensi okular). Penderita dengan gejala ini digolongkan dengan sebagai pasien suspek glaukoma, dan memiliki resiko lebih tinggi untuk mengidap glaukoma sewaktu – waktu.
Baca juga: Ketua IDI NTT: Pemprov NTT Masih Butuh Dokter Spesialis dan Peralatan Medis
Terkadang bahkan saat tekanan bola mata normal pun bisa di suspek glaukoma dikarenakan ditemukannya kelainan pada saraf optik pada penderita tersebut. Dengan keadaan demikian maka dapat di waspadai pada penderita dengan suspek glaukoma harus tetap melakukan pemeriksaan rutin walaupun tanpa gejala mata yang berarti.
Hal ini dimaksudkan untuk menghindari penderita dari penyakit glaukoma, serta menentukan obat – obat yang tepat bila diperlukan.
Gejala lainnya yang akan didapatkan yaitu sempitnya lapang pandang seseorang bila saraf optik sudah mulai terganggu tampak seperti melihat dengan teropong. Lapang pandang tampak terbatas semakin sempit bila semakin banyak saraf optik yang rusak.
Ada beberapa macam glaukoma yang harus di ketahui antara lain glaukoma sudut terbuka, glaukoma sudut tertutup dan glaukoma kongenital. Untuk membedakannya glaukoma sudut terbuka gejalanya antara lain pengelihatan tampak seperti teropong dan terdapat bintik hitam di sisi pinggir mata, timbulnya secara perlahan hingga bertahun – tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dr-Lisa-Berliani-Tanaya.jpg)