KKB Papua
Perantau Asal Sulsel Luput dari Tembakan KKB Papua, Pengakuannya Bikin Merinding
Perantau asal Sulsel ( Sulawesi Selatan ) bernama Rizal atau disapa Om Kumis, ungkapkan kisah mengerikan saat diserang secara mendadak oleh KKB Papua.
POS-KUPANG.COM - Perantau asal Sulsel ( Sulawesi Selatan ) bernama Rizal atau disapa Om Kumis, ungkapkan kisah mengerikan saat diserang secara mendadak oleh KKB Papua, Kelompok Kriminal Bersenjata di daerah bergolak itu.
Pengakuan pria itu bikin merinding. Pasalnya, serangan KKB Papua itu sangat tiba-tiba ketika ia bersama teman-temannya sedang mengerjakan ruas jalan di Distrik Moskona Barat-Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.
Om Kumis itu menuturkan kronologi kasus tersebut mulai dari tembakan pertama KKB Papua yang tak mengenai siapa pun hingga hujan tembakan berikutnya yang menewaskan beberapa temannya.
Dalam insiden itu, Rizal atau Om Kumis luput dari serangan mengerikan tersebut. Dan, kisah Om Kumis kini viral di media sosial.
Baca juga: KKB Papua Bantai Pekerja Jalan, Bupati Manokwari Minta TNI dan Polri Tangkap Pelaku
Awalnya, tutur Om Kumis, ia dan teman-temannya diberondong peluru oleh KKB Papua. Saat itu mereka sedang mengerjakan jalan di Distrik Moskona Barat-Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.
Detik-detik serangan itu, lanjut dia, membuat mereka sangat ketakutan. Sebab peluru yang ditembak ke arah mereka sangat mengerikan.
Saat tembakan pertama, katanya, tak seorang pun yang kena. Begitu juga pada tembakan kedua. Pada saat itulah mereka langsung melarikan diri, masuk ke dalam hutan.
Saat itu, ungkap warga Pinrang Sulsel tersebut, para pekerja masing-masing lari menyelamatkan diri. Mereka harus masuk hutan meski tak tahu kondisi hutan tersebut.
Dikatakannya, awalnya KKB Papua memberikan tembakan peringatan untuk berhenti bekerja. Tapi saat mereka mulai berhenti, tiba-tiba ada lagi tembakan susulan.
"Saat itu kami sedang memperbaikan jalan. Tiba-tiba ada suara tembakan. Tembakan pertama itu tidak ada yang kena.
Tembakan pertama itu, lanjut dia, dikira hanya tembakan peringatan saja, sehingga ia dan teman-temannya masih berada di lokasi pekerjaan tersebut.
Namun beberapa waktu berselang, ada tembakan susulan. Pada saat itulah 14 pekerja langsung bersembunyi dengan cara lari masuk hutan," kata Rizal, Selasa 4 Oktober 2022.
Tembakan pertama dan kedua, katanya, belum ada pekerja yang kena tembak. Tapi pada tembakan ketiga, salah satu di antaranya, yakni Ruslan, jatuh," kisah Rizal.
Saat itu, katanya, tembakan mulai menggila. Para pekerja pun lari berhamburan dan bersembunyi di balik pepohonan yang besar.
"Kami yang selamat lari ke arah kampung, tetapi sudah malam sehingga kami terpaksa sembunyi di hutan. Saat itu kami ada tiga orang," tuturnya.
Baca juga: Anak Buah Undius Kogoya Sering Peras Harta Milik Warga, Pimpinan KKB Papua Itu Kini Melemah
Ketika sedang bersembunyi, lanjut dia, tiba-tiba seorang temannya batuk. Agar batuknya tak terdengar KKB Papua, mereka harus menggali tanah.
"Jadi saat hendak batuk, teman kami ini lari masuk ke dalam tanah. Setelah itu baru keluar kembali," ujarnya.
Selain Rizal, ada juga Armin yang juga warga Pinrang, Sulawesi Selatan.
Dikatakannya, agar pekerjaan pembangunan ruas jalan di Papua itu berjalan lancar, butuh pendampingan oleh TNI/Polri.
Sebelumnya diberitakan, KKB Papua melakukan penembakan secara membabibuta kepada para pekerja jalan di Distrik Moskona Barat-Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.
Menurut info dari pihak kepolisian, penambakan itu terjadi pada Kamis 29 September 2022 sore.
"Informasi didapat sekitar pukul 18.20 WIT dari Pos Satgas Satuan Organik Yonif RK 136/TS Kampung Mayerga, Distrik Moskona Barat, telah datang melapor tentang adanya tembakan yang dilakukan OTK," kata Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi.
Akibat peristiwa tersebut, empat pekerja dinyatakan meninggal dunia.
"Dari hasil keterangan saksi, Ditreskrimum Polda Papua Barat membenarkan bahwa empat korban meninggal dunia, itu masih satu rangkaian dari kejadian penembakan," kata Erwindi, dikutip dari Kompas.com.
Lebih lanjut, Adam Erwindi menjelaskan kronologi kejadian berdarah itu.
Mulanya mendengar suara rentetan tembakan saat para pekerja sedang membuat jalan di Kampung Majni menuju arah Moskona Utara.
Para pekerja yang berjumlah 12 orang merasa ketakutan dan langsung melarikan diri.
Baca juga: KKB Papua Siap Berunding dengan Pemerintah Pusat, Ide Perdamaian Itu Telah Disetujui
Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM Sebi Sambom mengklaim kelompok itu yang menjadi pelaku penembakan dan menewaskan empat orang.
"Mereka (4 pekerja yang meninggal) masih di tangan kami. Selain melakukan penembakan kami juga membakar mobil truk dan ekskavator yang digunakan untuk melakukan pekerjaan jalan," kata Sebi dalam keterangan tertulis.
Ketua DPR Papua Barat Kecam KKB
Kabar penembakan itu sampai ke telinga Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor.
Orgenes Wonggor menegaskan, ia mengecam tindakan tersebut.
"Dalam agama mana pun tidak membenarkan tindakan kekerasan apalagi membunuh orang yang tidak bersalah saat sedang bekerja di jalan," kata Ketua DPR Papua Barat, Jumat 30 September 2022.
Menurutnya, tindakan semacam itu yang justru menghambat upaya memajukan daerah.
"Mereka (para pekerja) itu sedang mengerjakan jalan untuk membuka keterisolasian di daerah, kita jangan jadi penghambat pembangunan di negeri ini," katanya.
Dia meminta aparat TNI dan Polri menindak kelompok TPNPB OPM yang melakukan aksi tersebut.
"Kami minta agar Pangdam dan Kapolda Papua Barat mengambil tindakan terhadap kelompok tersebut," ucapnya.
Sementara Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw mengutuk keras tindakan kebiadaban yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata itu.
"Selaku Pj Gubernur Papua Barat saya mengutuk kebiadaban kelompok kekerasan pimpinan KOCU ini," jelas Waterpauw.
Dia sudah berkomunikasi dengan Pangdam XVIII/ Kasuari dan Kapolda Papua Barat agar segera lakukan upaya evakuasi.
"Saya minta keluarkan TO-DPO terhadap kelompok ini," tegasnya.
Baca juga: 12 Bandara di Papua Rawan Gangguan KKB Papua, IPI Minta Jaminan Keamanan bagi Pilot
Paulus mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik.
"Karena aparat keamanan segera menangani para pelaku ini, doakan kita tindak tegas kelompok ini secepat mungkin," kata dia. (tribunnews.com)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS