Timor Leste

Ramos Horta dan Viktor Laiskodat Bahas Zona Perdagangan Bebas Timor Leste - Indonesia

Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta bertemu Gubernur NTT Viktor Laiskodat di Bali Indonesia

Editor: Agustinus Sape
POS-KUPANG.COM/HO-DOK.HUMAS NTT
PERTEMUAN - Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan presiden RDTL Jose Ramos Horta saat bertemu di Labuan Bajo Manggarai Barat. Jumat 22 Juli 2022. Baru-baru ini keduanya kembali bertemu di Bali untuk membahas zona perdagangan besar di perbatasan Timor Leste - Indonesia. 

POS-KUPANG.COM - Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta bertemu Gubernur NTT Viktor Laiskodat di Bali Indonesia. Dalam pertemuan itu keduanya membahas proyek strategis di perbatasan, yakni tentang pendirian zona perdagangan bebas dan taman industri di wilayah Administratif Spesial Oecusse Ambeno (RAEOA).

Demikian dilansir dari laman resmi Tatoli yang disiarkan Jumat 30 September 2022. Oecusse merupakan wilayah enklav Timor Leste yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan Ramos Horta dengan Presiden Joko Widodo pada bulan Juli 2022. Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi menyatakan keinginan Indonesia mendukung pengembangan ekonomi Timor Leste dengan dukungan dan berbagai entitas.

"Proyek tersebut bisa didiskusikan antara Pemerintah Timor Leste dan Indonesia. Artinya, kedua pihak harus secepatnya memobilisasi sektor swasta nasional," kata Presiden Ramos Horta usai pertemuan itu.

Kepala Negara Timor Leste juga meminta Pemerintah Indonesia untuk tetap mendukungan sektor swasta melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia untuk tetap aktif berpartisipasi dalam proses pengembangan ekonomi Timor Leste.

"Pemerintah Indonesia mewakili Menteri Koordinator Marves Luhut Binsar Panjaitan yang memimpin pendirian zona perdagangan bebas dan taman industri di wilayah Oecusse," kata Ramos Horta.

Baca juga: Presiden Republik Demokratic Timor Leste Bertemu Uskup Agung Ramos Horta Bicara Persaudaraan

Presiden Ramos Horta juga meminta kepada Pemerintah Timor Leste khususnya kementerian terkait yang bertanggung jawab pada proyek dengan Indonesia untuk secepatnya memobilisasi proyek tersebut. Karena, kepala negara hanya dapat melakukan lobi diplomasi, namun tidak dapat menandatangani suatu perjanjian.

"Kita jangan berjalan lambat. Karena, sebentar lagi Timor Leste akan menjadi anggota ASEAN, maka harus dipercepat proses pengembangan ekonomi," tuturnya.

Kerja sama bidang pariwisata di perbatasan

Pemerintah Timor Leste diwakili Dubes Timor Leste untuk Indonesia, Filomeno Aleixo da Cruz didampingi Atase Perdagangan Kedubes Timor Leste, Januario de Correia, Duta Besar Indonesia untuk Timor Leste, Okto Dorinus Manik pada 29 September 2022 lalu melakukan pertemuan resmi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Sallahudin Uno di Jakarta Indonesia.

"Pertemuan tersebut membahas tentang dukungan dalam mempromosikan event-event pariwisata antara kedua negara khususnya seperti Cross Border Festival ,"(Festival Lintas Batas)," jelas siaran pers yang diakses Tatoli dalam laman resmi Kementerian Pariwisata, Perdagangan dan Industri Timor Leste.

Dubes Filomeno sangat mengapresiasi program tersebut dan mulai melakukan komunikasi dengan kementerian terkait untuk meresmikan kesepakatan kerjasama antara kedua negara, agar ketika diimplementasikan mampu memberikan keuntungan bagi masyarakat setempat.

Baca juga: Suasana Saat Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta Ketemu Warga Eks Tim-tim di Kupang

Menparekraf Sandiaga Uno dalam laman resminya menyebutkan, pihaknya akan membuat program-program yang tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu dalam melakukan studi banding yang ditujukan untuk pengembangan kamampuan, pengetahuan dan kerja lapangan.

"Kita wujudkan event-event berkualitas pariwisata di perbatasan. Kami banyak membahas bagaimana mendukung kegiatan-kegiatan dalam rangka mempromosikan pariwisata di antara kedua negara, termasuk pelaksanaan event-event di perbatasan kedua negara," tulisnya.

Ia menjelaskan, kedua negara akan terus berkolaborasi demi mengembangkan destinasi wisata masing-masing negara, membuka peluang usaha dan berkontribusi menciptakan 4,4 juta lapangan kerja hingga peningkatan kompetensi SDM (Sumber Daya Manusia).

Sumber: tatoli.tl

Ikuti berita Pos-kupang di GOOGLE NEWS

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved