Berita Kupang

Program Inklusi Dapat Dukungan Pemda Dan DPRD Kabupaten Kupang

atas nama DPRD Kabupaten Kupang dia menyampaikan terima kasih kepada mitra Inklusi, yang sudah melakukan intervensi kepada rakyat

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN
RAKOR - Kegiatan rapat koordinasi mitra inklusi dengan stakeholder di ruang rapat Wakil Bupati Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Program inklusi yang dilakukan oleh mitra Inklusi yakni Inklusi Jakarta, Inklusi Makasar, PKBI NTT, Garamin, Persani, Peka PM dan Suara Perempuan dan Ume Daya Nusantara memdapat dukungan dari pemkab Kupang.

Setelah beberapa waktu program Inklusi berjalan, hari ini Jumat 16 September 2022 di Kantor Bupati Kupang mereka kembali bertemu bersama Pemkab Kupang melakukan rapat koordinasi mitra inklusi.

Di dalam ruang rapat Wakil Bupati Kupang pertemuan yang melibatkan Lembaga Mitra Lokal, Yayasan Bakti bersama Pemerintah Kabupaten Kupang ini bertujuan mendorong percepatan pembangunan serta memastikan masyarakat dapat mengakses hak-haknya sebagai warga, dalam rangka implementasi program Inklusi.

Baca juga: Wisata Labuan Bajo, Harga Tiket Pesawat Kupang - Labuan Bajo Besok Minggu, 1x Penerbangan Langsung

Wabup Kupang, Jerry Manafe dalam arahannya menginginkan agar melalui pertemuan ini, masing-masing NGO/LSM mampu menjabarkan program dan kegiatan kemanusiaannya untuk melayani masyarakat menuju kehidupan lebih baik dan sejahtera.

"Mitra-mitra Inklusi dapat memahami lebih lanjut masing-masing program, wilayah kerja, dan mengidentifikasi kerja-kerja yang dapat di kolaborasikan dan disinergikan dengan program Inklusi. Kolaborasi LSM dan dinas-dinas terkait ikut menentukan progres program yang dimaksud. Pada kesempatan baik ini, dinas teknis harus mampu mempresentasikan program prioritas secara baik," ungkap Wabup Kupang.

Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Anton Natun yang turut hadir pada pertemuan tersebut, mengakui bahwa program-program yang dilakukan NGO/LSM bersama Pemerintah sangat luar biasa.

Dirinya berharap agar kolaborasi mitra ini betul-betul bisa berjalan optimal dan indikator program pelaksanaan kegiatan dalam rencana kerja masing-masing, perlu disinkronisasikan paling kurang ada dukungan dalam konteks anggaran.

Baca juga: Motivasi Tenaga dan Peserta Didik, Kementan Kunjungi SMK PP Kupang

"Janganlah ketika kolaborasi ini jalan, OPD tidak ada anggaran. Kalau kita bermitra, tapi tidak anggaran, sampaikan supaya bisa diperjuangkan. Program-program seperti ini tentunya berdampak untuk kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi yang baik untuk lihat penderitaan rakyat," kata dia.

Lebih lanjut dewan tiga periode ini menegaskan Kabupaten Kupang sangat membutuhkan sentuhan maupun advokasi paling kurang bisa merubah mindset atau pola pikir masyarakat sehingga mempunyai harapan hidup lebih baik kedepan.

Untuk itu atas nama DPRD Kabupaten Kupang dia menyampaikan terima kasih kepada mitra Inklusi, yang sudah melakukan intervensi kepada rakyat kami dengan memberi sentuhan dalam mendorong kehidupan lebih baik dan sejahtera.

Wakil Direktur Yayasan Ume Daya Nusantara, Simon Sadiopen di kesempatan tersebut menerangkan fokus program ini ialah akses layanan bagi perempuan, anak, disabilitas, dan kelompok rentan dan marginal lainnya.

Selain itu juga mereka melakukan intervensi terhadap layanan yang disediakan pemerintah yang menjadi korban kekerasan melalui penanganan kasus dan pendampingan, mendorong kebijakan, program dan penguatan kapasitas, serta akses pemberdayaan ekonomi.

Dalam pelaksanaan program ini para NGO/LSM bekerjasama dengan empat stakeholder diantaranya kelompok konstituen tingkat desa/kelurahan, DPRD, Pemerintah dan forum media.(cr9)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved