Pesparani Nasional 2022
Pesparani Nasional 202, Dari NTT Untuk Nusantara, Catatan Refleksi Pasca Pagelaran Pesparani
Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) 2022 baru saja digelar tanggal 4-6 September 2022.Vinsens Al Hayon, penyuluh agama Katolik membuat refleksinya
Oleh: Vinsens Al Hayon ( Penyuluh agama)
POS-KUPANG.COM - Berlalu sudah kemeriahan pagelaran Pesta Paduan Suara Gerejani ( Pesparani) Tahun 2022 yang melibatkan 23 (dua puluh tiga) kontingen dari kabupaten dan kota di Provinsi NTT.
Yang tertinggal hanyalah narasi-narasi kebolehan dan kepatutan, kisah-kisah kagum dan sejumput “joke” untuk diingat, serta beberapa serpihan gunda-kecewa yang bersifat teknis.
Walau demikian realitanya, tentu tidak mengakhiri secara total aktivitas paduan suaranya, menyanyinya – berkidung dan bermazmurnya.
Aneka makna dan pembelajaran sepanjang pagelaran “Festival Keagamaan” di Ibukota Provinsi ini siap lanjut, terus divitalisasi dan diimplemetasikan.
Pesparani Sebagai Perayaan Pujian
Sadar atau tidak, “Pesparani adalah kesempatan bagi umat Katolik untuk membarui dan memperteguh iman lewat menghidupi terus khasanah kidung-kidung liturgi gerejani. Termaktub di dalamnya, melantunkan pujian atas Opus Magna Dei (Karya Besar Allah) bagi umat-Nya.
Tidak hanya itu, Pesta Paduan Suara Gerejani ini juga merupakan momentum religius yang selalu kembali –jika tetap digelar- mengajak umat untuk memuji Salvator Mundi lewat berkidung dan bermazmur.
Pada momentum religius ini dan sebagai ajang lomba seni religi, ranah afeksi manusia beriman di-charge agar daya ilahi dalam diri setiap insan diangkat ke tingkat yang lebih tinggi untuk memulai aksi memberi diri dan waktu untuk menaikkan pujian bagi Allah.
Baca juga: Kota Kupang Juara Umum Pesparani 2022, Boyong Piala Bergilir Gubernur NTT
Dalam konteks berpikir demikain Pesparani secara eksistensial disejajarkan dengan perayaan pujian karena di sana tersedia mega ruang dan peluang besar untuk memuji dan mensyukuri Kasih Allah.
Kasih Allah inilah yang menarik dan mengharuskan kita untuk berbuat kasih kepada sesama, siapa pun dia dan dari latar belakang apa saja.
Yakin teguh bahwa dengan mengasihi, kepercayaan diri semakin kuat dan siap berkomitmen maju dalam pembangunan manusia seutuhnya, lewat melakukan aktivitas iman untuk menggapai hal-hal positif yang bermanfaat untuk hidup ini.
Dalam dan melalui aktivitas keagamaan ini komunitas iman diajak untuk men'jaya’ kan bangsa tercinta dengan talenta dan kemampuannya, siap menata segala sesuatu ke arah yang lebih baik dan benar, tercakup di dalamnya “menjaga kebersamaan” di NKRI tercinta ini.
Terpatri kuat dalam keyakinan bahwa sebagai insan ciptaan, dan umat beragama kita mensyukuri anugerah keindahan Tanah Air Indonesia, dan segala keanekaannya. “Tiada lagi negeri seindah persada Nusantara.”
Nusantara adalah rumah kita bersama dan ke atas pundak kita ditaruh tugas dan tanggung jawab untuk secara bersama merawat karya besar Allah ini bagi kita. Inilah komitmen kita dan karenanya butuh kekompakan, kesepahaman dan kerja sama, yang telah dimulai dalam suatu komunitas beriman.
Pesparani Sebagai Perayaan Persaudaraan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/PESPARANI-PSDC-ENDE_001.jpg)