Mesin Pengisian BBM Hanya Empat Digit, SPBU Liliba Alami Kerugian Besar

Mesin pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite di SPBU Liliba hanya terdapat empat digit. Kondisi ini membuat mereka mengalami kerugian besar. 

pos kupang/ho theresia tapung
Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite di SPBU Liliba, Kota Kupang   

KUPANG, POS KUPANG - Mesin pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite di SPBU Liliba hanya terdapat empat digit. Kondisi ini membuat mereka mengalami kerugian besar. 

Pantauan Pos Kupang, Senin (5/9), antrean untuk Pertalite di SPBU Liliba ditutup. Antrean kendaraan roda empat dan roda dua memenuhi area sekitar BBM bagian solar dan Pertamax.

Semi, Pengawas SPBU Liliba memberikan penjelasan terkait hal ini. 

"Ini bukan karena pertalite kosong. Mesin hanya empat digit untuk pertalite. Jadi, hanya sampai di angka Rp 9.999. Sedangkan harga baru Rp 10.000. Jadi, kendalanya di saat kami isi di konsumen," jelas pria dengan jaket hitam tersebut.

Semi mengatakan mereka sedang mengupayakan untuk mengganti mesin. "Harga mesinnya juga bukan satu atau dua juta. Jadi, butuh proses," kata dia.

Ia menjelaskan mereka tidak tahu kapan akan melakukan penggantian mesin.

Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite di SPBU Liliba, Kota Kupang  
Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite di SPBU Liliba, Kota Kupang   (pos kupang/ho theresia tapung)

"Kalau kapan, kami juga tidak tahu. Masalah ini sudah ada semenjak harga naik dan dari kepolisian sudah informasi Pertamina duluan dan juga Telkom," imbuhnya.

Semi mengatakan mereka sangat rugi tidak membuka antrean pertalite semenjak harga BBM Pertalite naik. 

"Kalau kerugian sangat rugi. Kami tidak bisa membicarakan lebih jauh," ungkapnya.

Rinto, salah satu masyarakat mengatakan kesulitan dengan naiknya harga BBM.

"Kita juga merasakan, kalau naik BBM semua susah juga. Dalam artian, kita cari uang saja susah, apalagi Pertalite naik sampai Rp 10.000," imbuhnya.

Harga BBM naik sejak (3/9) pukul 14.30 WIB. Pada SPBU Liliba hanya dipenuhi oleh truk besar, mobil, dan motor yang menggunakan solar dan Pertamax. 

Sedangkan mobil dan motor yang menggunakan Pertalite, terlihat ada yang beralih ke Pertamax, adapula yang langsung ke jalan keluar. (*/Tesha)
 

 

 

 

 

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved