Berita Ende

Profesor dari Belanda Apresiasi Implementasi TOSS di Ende

TOSS adalah semangat gotong royong dan kebersamaan para pihak dalam mewujudkan kota Ende yang bersih dan sehat

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-UMAR HAMDAN, KETUA ACIL ENDE. 
KOMPOR - KOMPOR PELET. Profesor Theo van Der Meer sedang memerhatikan guru dan murid SMKN2 Ende yang sedang memproduksi kompor Pellet, Sabtu 13 Agustus 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG, Oris Goti

POS-KUPANG.COM, ENDE - Ahli pemanfaatan energi panas ramah lingkungan dari PUM Netherlands Senior Expert, Prof. Theo van Der Meer melakukan pengamatan terhadap implementasi Teknologi Olah Sampah di Sumbernya (TOSS) di Kabupaten Ende, pada 12-14 Agustus  2022 lalu.

Prof. Theo memulai pengamatannya dari Koperasi Energi Baru Pancasila yang merupakan UMKM produsen pellet biomasa.

Dengan adanya inovasi TOSS sampah biomasa diolah menjadi pellet biomasa yang bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi masyarakat.

Baca juga: KSAD Jenderal Dudung Abdurachman Resmikan Pompa Hidram Pertanian di TTS

Prof Theo juga ke SMKN2 Ende dan pengrajin tembikar di Desa Wolotolo yang memproduksi kompor berbahan bakar pellet biomasa.

Selanjutnya, Theo ke Acil atau Anak Cinta Lingkungan Ende, sebuah organisasi nirlaba yang mengelola sampah anorganik seperti sampah plastik kresek, botol minuman, sampah anorganik lainnya dikelola menjadi beberapa produk yang bernilai ekonomis.

Theo mengungkapkan, mata rantai implementasi TOSS yang sudah dibangun bersama stakeholder yang ada, baik masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan dan pengusaha yang sudah baik sehingga perlu dilanjutkan.

"Saya senang selama di Ende dan saya menikmati keindahan alam dan budaya masyarakat Ende," kata Theo.

Menurutnya, salah satu aspek yang mendukung implementasi program TOSS adalah semangat gotong royong dan kebersamaan para pihak dalam mewujudkan kota Ende yang bersih dan sehat.

Baca juga: Rombak Jajaran Komisaris, Graldus Aleksius Marten Dilantik Jadi Komisaris Independen PT WKI

Sementara itu, Andi Martha Siswahyudi selaku Manager PLN Unit Pelaksana Pembangkitan Flores menerangkan, implementasi TOSS merupakan salah satu inovasi untuk mengatasi permasalahan sampah yang menyebabkan pencemaran atau rusaknya lingkungan.

Selain itu, implementasi TOSS menjadi solusi permasalahan energi, dimana pellet biomasa yang dihasilkan dari pengolahan sampah, digunakan untuk cofiring PLTU Ropa dalam rangka membangkitkan energi listrik memenuhi kebutuhan energi listrik masyarakat Ende.

"Pellet biomasa juga dapat digunakan sebagai energi kerakyatan mensubstitusi penggunaan minyak tanah yang merupakan energi fosil tidak ramah lingkungan dan terbatas ketersediaannya," ungkapnya.

Dia berharap dengan adanya pengamatan dan evaluasi dari Profesor Theo van Der Meer dari Twente University yang juga merupakan expert dari PUM Netherland Senior Expert, implementasi TOSS berkelanjutan dan berdampak untuk pembangunan. (*)

Ikuti berita Pos-kupang.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved