Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif Dirut ASDP Ira Puspadewi: Investasi Jadi Skala Prioritas (Bagian-2/Selesai)

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara menetapkan beberapa skala prioritas untuk menambah pendapatan perseroan.

Editor: Alfons Nedabang
Tribunnews.com/Reynas Abdilla
Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi. 

Kalau begitu tahun 2021 rekornya bisa dipecahin ya?

Beberapa bulan ini juga sudah pecah, melebihi capaian tahun lalu.

Sistem reservasi online kendalanya apa di luar Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Danau Toba?

Digitalisasi sudah mulai jadi tahun ini kita Insya Allah kita semua pelabuhan sudah digital dan cashless. Tetapi kalau reservasi lain lagi ceritanya karena ada infrastruktur yang berbeda.

Kalau reservasi online berarti kan terkait dengan jaringan sinyal. Di daerah juga tidak semua orang punya smartphone. Jadi untuk sementara ini yang paling possible di wilayah antara Jawa dan Bali.

Tahun ini kan kembali dimulai mudik, dari hasil evaluasi ASDP seperti apa terutama arus mudik dan arus balik?

Kemarin tidak lepas-lepas banget karena tetap ada syarat booster. Saya melihatnya begini antusiasme orang tinggi sekali ternyata orang patuh kemudian kita juga berperan kalau mau booster kami kerjasama dengan kepolisian.
Secara umum semua orang sentimennya patuh. Itu karena orang-orang ingin ketemu orang tuanya, mereka ingin pulang kampung.

Sebelum direvitalisasi kan orang harus mengantre, kalau untuk untuk tahun 2022 bagaimana evaluasinya di Merak-Bakauheni?

Ada sedikit dinamika karena begini ya walaupun sistem tiket ini sudah sejak 2020 tetapi orang secara masih ingin pulang. Nah kemudian ternyata ada sekian konsumen yang datang ke pelabuhan belum punya tiket.

Kami akomodasi itu, jadi memang ada situasi belum ideal kemarin waktu lebaran 2022. Ini yang kami salah satunya reservasi tiket online itu mutlak untuk ketertiban bersama.

Bisa dijelaskan ide pemikiran pembangunan Harbour City dari mana?

Tagline kita adalah We Bridge The Nation, nah kami melihatnya begini di Bakauheni itu puluhan tahun pusat ekonominya pelabuhan. Sementara kita melihat punya aset sebesar itu.

Bakauheni itu laut bagus, langitnya bersih. Saya melihatnya begini BUMN itu harusnya punya peran tidak hanya mencari uang (profitable) tapi juga mengembangkan ekonomi.

Itulah peran BUMN di mana negara itu hadir, kami ingin berperan dan ngajak. Jadi bukan hanya ASDP tapi juga pihak lain seperti tokoh dari Lampung yang sangat dihormati, kemudian ada juga tanahnya pemprov.

Jadi niatnya bukan hanya ASDP semata tapi niatnya sama-sama mengembangkan ekonomi baru. Yang sederhana saja tiba-tiba kita bisa membuka lapangan pekerjaan baru.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved