Berita Kota Kupang

Warga Kota Kupang Minta PT Pertamina Sosialisasi Aplikasi Mypertamina Sebelum Diterapkan

Pertamina menerapkan mekanisme baru, yakni dengan cara pendaftaran penggunaan BBM bersubsidi melalui website.mypertamina.id khusus untuk roda empat

Penulis: Ray Rebon | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Egidius Kalogo, salah satu warga yang ditemui di SPBU Liliba hendak mendaftar di website mypertamina. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG-- PT Pertamina (Persero) melalui anak usaha, PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial dan Trading menerapkan mekanisme baru distribusi BBM Bersubsidi agar tepat sasaran dan tepat kuota.

Pertamina menerapkan mekanisme baru, yakni dengan cara pendaftaran penggunaan BBM bersubsidi melalui website.mypertamina.id khusus untuk kendaraan roda empat atau mobil.

Merespon mekanisme pengisian BBM bersubsidi melalui pendaftaran, warga masyarakat mendatangi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Liliba, Kota Kupang untuk mengecek sekaligus ingin mendaftarkan diri lalui website.mypertamina.id

Egidius Kalogo, salah satu warga yang ditemui hendak melakukan pendaftaran di SPBU tersebut mengatakan mekanisme yang dibuat oleh pertamina ini kedepan pasti baik untuk masyarakat.

Tetapi sebagian warga yang merasa ini hal baru untuk menyesuaikan, apalagi dengan adanya keterbatasan waktu, pastinya akan mengalami persoalan tersendiri.

"Kami berpikir apabila dalam waktu dekat diberlakukan pelayanan berbasis mypertamina, bagaimana warga lain yang tidak mendapat info dan tidak daftarkan diri," ungkapnya

Menurut dia problem akan dialami oleh masyarakat, khususnya yang mempunyai usaha. 

"Sama seperti saya ada usaha mobil tengki air bersih, hari baru daftar dan tunggu waktu dua minggu untuk diverifikasi. Apakah waktu dua minggu itu mobil kami ini harus stop beroperasi, ini akan jadi problem tersendiri," ujar dia

Ia mengakui bahwa mekanisme pertamina ini telah dicanangkan dijauh hari, tetapi bentuk sosialisasi dilapangan tidak ada, yang ada hanya sosialisasi dalam bentuk kertas yang ditempel atau sosialiasi melalui sosmed atau media.

"Kami belum tahu tentang hal ini. Pemerintah pun harus berpikir bangsa ini baru saja sembuh dari virus Covid-19, baru akan terjadi perbaikan ekonomi, tapi ada kenaikan harga BBM dan pastinya semua harga barang akan naik," imbuhnya

Ia mengakui program pemerintah, salah satunya melalui program pertamina ini baik adanya untuk jangka panjang, tetapi ada persoalan dimana masyarakat yang belum menyadari akan hal baru ini.

"Kami yang di kota saja sudah alami kesulitan akan hal ini, apalagi warga di pedalaman yang tidak punya hp android dan lainnya. Pemerintah harus pikir hal-hal ini," jelasnya.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved