Berita Flores Timur

Harga BBM di Flores Timur Mendadak  Naik

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Kabupaten Flores Timur (Flotim) di pengecer saat ini mendadak naik. Hal ini dipicu kelangkaan BBM di tangan para pengec

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
BBM - Plang bertuliskan "Premium Habis" terpasang di SPBU Larantuka 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG. COM, LARANTUKA - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Kabupaten Flores Timur (Flotim) di pengecer saat ini mendadak naik. Hal ini dipicu kelangkaan BBM di tangan para pengecer. 

Di wilayah Pulau Adonara, untuk Bahan Bakar Minyak jenis pertalite dari harga eceran terendah (HET) Rp 7.650 per liter, melonjak hingga Rp 15.000. Bahkan, beberapa pengecer nakal menjualnya dengan harga Rp 20.000.

Kelangkaan Bahan Bakar Minyak subsidi jenis pertalite ini pun berpengaruh ke harga BBM non subsidi jenis pertamax yang dari harga eceran terendah Rp. 12.000, melonjak hingga Rp.15.000. 

Sementara di SPBU Kota Larantuka, terjadi antiran panjang kendaraan sejak beberapa hari terakhir. Ironisnya, kelangkaan BBM subsidi jenis pertalite ini terjadi pasca adanya informasi rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak oleh pemerintah pusat.

Lebih aneh lagi, dari hasil konfrimasi wartawan di SPBU 01 Kota Larantuka, kuota BBM untuk Kabupaten Flores Timur tidak berkurang. 

"Kuota kita tetap, tidak dikurangi. Kalau ada antrian itu karena BBM terlambat masuk. Sehingga aneh, kalau BBM yang dijual pengecer jadi langka," ujar pengelola SPBU 01 Larantuka, Linda Monteiro kepada wartawan, Selasa 30 Agustus 2022.

Salah satu sopir angkot yang ditemui wartawan, mengaku antrian panjang oleh para sopir itu sudah dilakukan empat hari terakhir. 

Ia berharap pemerintah daerah Flotim melalui pihak terkait segera mengatasi persoalan ini. 

"Pertalite yang langka. Kalau pertamax banyak," katanya.

Terkait kenaikan harga BBM itu, Kabag Ekonomi Setda Flotim, Julian Mitak mengatakan kenaikan BBM sepihak oleh pengecer tersebut merupakan bentuk penyimpangan dan pelanggaran hukum.

Baca juga: Askab Minta 30 Anggota DPRD Flotim Jadi Bapak Asuh Pemain Perseftim di ETMC 2022

Ia mengaku pemerintah tengah berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI untuk melakukan sidak ke SPBU maupun para pengecer. 

"Kami akan tindak jika memang ada penyimpangan harga," tegasnya.

Informasi yang dihimpun, para sub penyalur yang selama ini mendistribusikan BBM dengan mengantongi surat rekomendasi dari pemerintah, saat ini tak lagi diberi rekomendasi oleh pemerintah. Akibatnya, semua sub penyalur pun berubah status menjadi pengecer dan mengantri di SPBU yang berdampak pada antrian panjang. 

Sementara Anggota DPRD Flotim, Muhidin Demon mendesak Pemerintah Daerah Flotim segera mengambil langkah menyikapi persoalan BBM di Flores Timur. 

Ia bahkan menduga kuota BBM untuk Flores Timur malah diselundupkan ke kabupaten tetangga. Ia mendesak aparat kepolisian segera mengambil tindakan terkait hal itu. 

"Kalau kuota ke SPBU tidak diturunkan, lalu kenapa BBM jadi langka? Dugaan saya ada dua alasan, bisa jadi ada penimbunan dan adanya mafia yang mengalihkan BBM dari Flotim ke kabupaten lain. Kalau BBM," tandasnya. (*) 

kuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

BBM - Plang bertuliskan
BBM - Plang bertuliskan "Premium Habis" terpasang di SPBU Larantuka (POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA)


 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved