Berita NTT

Mendukung ASI Sebagai Langkah Investasi Bersama untuk Pembangunan Berkelanjutan,Simak Penjelasannya

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) sejak dini dan secara eksklusif amat penting bagi kelangsungan hidup seorang anak. Hal ini bertujuan untuk melindungi mer

Penulis: Paul Burin | Editor: Ferry Ndoen
ISTIMEWA
Apry Selwin Leokuna Maternal Newborn Child Health and Nutrition (MNCHN) and Adolescent Development (AD) Specialist Save the Children) 

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK - SETIAP tanggal 1 sampai 7 Agustus, kita memeringati Pekan Menyusui Sedunia yang bertujuan untuk memromosikan pentingnya menyusui bagi bayi. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) sejak dini dan secara eksklusif amat penting bagi kelangsungan hidup seorang anak. Hal ini bertujuan untuk melindungi mereka dari berbagai penyakit yang rentan mereka alami, seperti diare dan pneumonia

. Semakin banyak bukti menunjukkan bahwa anak-anak yang menerima ASI memiliki hasil tes kecerdasan yang lebih tinggi. Selain itu, mereka memiliki kemungkinan lebih rendah mengalami obesitas atau berat badan berlebih.

Secara global, peningkatan pemberian ASI dapat menyelamatkan lebih dari 820.000 anak setiap tahunnya serta mencegah penambahan kasus kanker payudara pada perempuan hingga 20.000 kasus per tahun.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2021, 52,5 persen – atau hanya setengah dari 2,3 juta bayi berusia kurang dari enam bulan- yang mendapat ASI eksklusif di Indonesia atau menurun 12 persen dari angka di tahun 2019. Angka inisiasi menyusui dini (IMD) juga turun dari 58,2 persen pada tahun 2019 menjadi 48,6 persen pada tahun 2021.

Di tahun 2022 ini, tema pekan menyusui sedunia adalah “BERPERAN LEBIH UNTUK MENYUSUI." Elemen kunci dari tema ini adalah “mendukung dan mengedukasi para pihak agar tercapainya keberhasilan ibu menyusui. Penguatan kapasitas untuk melindungi, mendukung proses menyusui dan memromosikan pentingnya ASI, perlu dilakukan di berbagai level dalam social ecological anak.

Untuk itu, baik di level keluarga, pemerintah, lingkungan sosial, komunitas, interpersonal dan organisasional, termasuk institusi, akan diberi informasi dan diedukasi serta diberdayakan untuk memerkuat dan mendukung penyediaan lingkungan yang ramah menyusui.

Dalam menciptakan ekosistem yang3@ mendukung pembangunan berkelanjutan dan sejalan dengan tema Pekan Menyusui Sedunia ini, Save the Children memberikan penguatan kapasitas melalui pelatihan teknik konseling dan pemberian makan bayi dan anak (PMBA) kepada kader Posyandu, tenaga kesehatan di Puskesmas, Kelompok Peduli Anak (KPA) dan aparatur desa, serta mengadvokasikan pentingnya pendidikan, kesehatan ibu dan anak serta kesetaraan gender dan perlindungan anak dari tingkat desa hingga nasional.

Belajar dari para penerima manfaat kami di 63 desa, di dua kabupaten (Sumba Barat dan Sumba Tengah), kami menyadari pentingnya mengurangi disparitas dan mendekatkan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan ke masyarakat.

Hal ini dilakukan melalui empat pendekatan strategis. Pertama, meningkatkan ketersediaan dan aksesibilitas layanan pendidikan, Posyandu, dan Puskesmas yang ramah bagi anak, ibu hamil dan menyusui. Melalui pendekatan ini, Save the Children berupaya mengatasi masalah ketersediaan dan atau akses ke pelayanan kesehatan dan secara secara langsung mendukung Kesehatan Ibu dan Anak, dengan memastikan layanan Puskesmas dan Posyandu dapat dijangkau oleh mereka yang tinggal di daerah terpencil.

Kedua, peningkatan kualitas layanan dan kesempatan bagi ibu hamil dan menyusui untuk memeroleh sarana dan prasarana yang memadai. Melalui pendekatan ini, setiap beneficeries dapat merasakan pelayanan yang berkualitas dan selalu tersedia bagi masyarakat. Misalnya, melalui sesi penjangkauan berkala yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dan kader Posyandu setempat.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved