Kamis, 18 Juni 2026

Berita NTT

DPRD NTT Minta Kepolisian Jangan Tebang Pilih Berantas Perjudian

kepolisian telah menunjukkan sikap adil kepada masyarakat, yang mungkin selama ini dirasa meresahkan masyarakat akibat dari perbuatan judi itu

Tayang:
Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Anggota DPRD NTT, Ana Waha Kolin 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG--  Anggota DPRD NTT turut menyuarakan tindakan kepolisian yang akhir-akhir gencar melakukan pemberantasan perjudian. Sikap kepolisian itu, diharapkan tidak bergairah pada momentum tertentu. 

Sisi lain, Dewan juga mengapresiasi kerja kepolisian dalam penanganan kasus-kasus ini. Setidaknya, dengan begini citra kepolisian bisa dipulihkan. Terutama dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat. 

Dengan demikian, kepercayaan masyarakat kembali pulih oleh masyarakat. Selama ini, pergerakan yang dilakukan kepolisian telah mencoreng korps. 

"Saya kira itu poin tersendiri bagi kepolisian dan apresiasi bagi itu," sebut Wakil Ketua Komisi I DPRD NTT, Ana Waha Kolin, Kamis 25 Agustus 2022. 

Ia juga menegaskan, kepolisian telah menunjukkan sikap adil kepada masyarakat, yang mungkin selama ini dirasa meresahkan masyarakat akibat dari perbuatan itu berujung pada kekecewaan masyarakat. 

Sehingga, dengan adanya pemberantasan perjudian besar-besaran ini, tentu sangat didukung. Paling penting adalah sikap kepolisian itu tidak hanya pada momentum.

Artinya, ketika tidak kasus besar menimpa kepolisian ataupun instruksi khusus, giat semacam ini harus diintensifkan. 

"Tidak boleh stagnan pada kasus tertentu dan kemudian mereka kendor lagi. Tidak boleh," tegasnya. 

Tindakan yang dilakukan kepolisian ini, menjadi star awal yang bagus kepada masyarakat. Sehingga, kepercayaan masyarakat tentang ketidakadilan yang disinyalir dalam tubuh kepolisian, bisa ditepis dengan tindakan-tindakan seperti ini. 

Sementara terkait dengan belum tersentuhnya bandar-bandar judi, Ana Kolin, menyebut, tindakan kepolisian agar menghindari 'pesanan sponsor' atau termotivasi hal tertentu.

Untuk itu, kepolisian harus lebih jernih menelisik persoalan ini, hingga menangkap para bandar besar, selain penjudi yang dikalangan masyarakat kecil. 

Dia mendorong agar kepolisian turut mendapat informasi dari masyarakat, selain kepolisian tentang aktivitas perjudian ini. Tujuannya, pemberantasan kasus ini bisa terselesaikan. 

"Apa yang dikatakan masyarakat tentang tebang pilih itu tidak boleh terjadi. Tidak boleh apa yang kita sebut tajam kebawa tumpul keatas. Itu tidak boleh," jelas politisi PKB ini. 

Jikapun ada sikap tebang pilih yang ditampilkan, Ana menilai itu merupakan sebuah kemunduran dalam kepolisian dan itu sangat merugikan Polri. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
VS
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved