Berita Ekbis

Mengais Rezeki dari Berjualan Kerupuk Ubi di Boulevard Jalan Frans Seda Kota Kupang

Berjualan kerupuk ubi di ruas Jalan Frans Seda, menjadi rutinitas dari Magdalena (56) Warga Kelurahan Tuak Daun Merah

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/ CHRISTIN MALEHERE
UBI - Magdalena, pedagang Kerupuk Ubi di ruas Jalan Frans Seda, Kota Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Berjualan kerupuk ubi di ruas Jalan Frans Seda, menjadi rutinitas dari Magdalena (56) Warga Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM).

Bermodal dua keranjang anyaman berukuran besar dan sebilah bambu menjadi wadah yang dipakai untuk menampung barang dagangannya.
Bukan hanya kerupuk ubi, Magdalena juga menjajakan jenis makanan ringan lain seperti kacang rebus, keripik pisang, jagung bunga (pop corn), serta jagung rebus yang dibawa dalam dua keranjang besar yang dibawanya.

Magdalena juga tidak pernah kenal lelah untuk berjualan dari pagi hingga petang menantikan pembeli memborong dagangannya.
Kepada POS-KUPANG.COM, Magdalena mengatakan bahwa berjualan kerupuk ubi menjadi salah satu cara untuk melanjutkan hidup.

"Kerupuk ubi saya jual tiga keping dengan harga Rp 5.000, dan kami tetap jaga agar kerupuk tidak patah, serta harus membungkus rapat agar tidak lempem terkena angin," ungkap Magdalena.

Menurutnya, apabila kerupuk ubi patah, maka tidak ada yang mau membelinya, sehingga setiap bungkusan kerupuk diikat pada satu tali penyangga agar tidak terhempas saat angin kencang dan tidak patah.

Baca juga: Kuliner Khas NTT : Rasakan Nikmatnya Ferkedel Kupang Pakai Kentang Timor yang Kenyal dan Gurih

"Kami jaga supaya kerupuk tidak patah saat tertiup angin, dengan cara ikat kuat pada satu tali maka kerupuk tidak patah dan tetap utuh sampai ke tangan konsumen," tambah Magdalena.

Hasil dagangannya jika habis terjual, maka Magdalena akan mendapatkan beberapa ratusan ribu rupiah.
"Saya bisa kantongi sekitar Rp 350 ribu untuk hasil penjualan dikurangi modal, dan selebihnya dipakai untuk membeli kebutuhan pokok dan sebagian ditabung untuk biaya pendidikan anak," ujar Magdalena.

"Kami berusaha bekerja untuk menafkahi keluarga serta bertanggungjawab untuk pendidikan anak," tambah Magdalena.
Selain itu, Magdalena juga mengaku bahwa suaminya juga berdagang kerupuk ubi dan kacang rebus di lokasi berbeda.
"Kami bekerja dari pagi hingga petang, dan saat malam hari barulah kami berkumpul bersama di rumah untuk melepas lelah dari rutinitas," pungkasnya. (CR14)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

UBI - Magdalena, pedagang Kerupuk Ubi di ruas Jalan Frans Seda, Kota Kupang.
UBI - Magdalena, pedagang Kerupuk Ubi di ruas Jalan Frans Seda, Kota Kupang. (POS-KUPANG.COM/ CHRISTIN MALEHERE)
Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved